Mediaborneo.net, Samarinda – Peningkatan keterampilan pemuda dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan Kota Samarinda.
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo, mengungkapkan bahwa kebutuhan warga tidak hanya menyangkut infrastruktur lingkungan.
Masyarakat juga mengharapkan adanya dukungan yang dapat membantu meningkatkan kemampuan ekonomi dan membuka peluang usaha.
“Selain drainase dan PJU, warga juga minta adanya perhatian untuk pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan untuk pemuda dan bantuan untuk pelaku UMKM,” kata Arie.
Usulan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan di tingkat lingkungan memiliki dimensi yang lebih luas. Selain fasilitas umum, masyarakat membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan serta memperkuat kegiatan usaha yang menopang kehidupan sehari-hari.
Pelatihan bagi pemuda dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan mereka menghadapi peluang kerja maupun usaha. Sementara bagi pelaku UMKM, dukungan yang sesuai kebutuhan dapat membantu pengembangan usaha agar lebih berdaya saing.
Meski demikian, bentuk program dan sasaran penerima perlu dirancang berdasarkan kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, kegiatan pemberdayaan tidak sekadar menjadi program rutin, tetapi memiliki tujuan yang jelas dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Arie menilai, masyarakat merupakan pihak yang paling memahami persoalan di lingkungan mereka. Oleh karena itu, penyusunan program perlu diawali dengan mendengarkan aspirasi warga.
“Persoalan di lingkungan ini yang paling tahu warga sendiri,” terangnya.
Penyerapan aspirasi juga penting untuk mengetahui jenis dukungan yang dibutuhkan. Kebutuhan pemuda yang sedang mengembangkan keterampilan tentu dapat berbeda dari kebutuhan pelaku UMKM yang ingin memperluas usahanya.
Karena itu, usulan pemberdayaan ekonomi perlu dipertimbangkan bersama program pemerintah yang tersedia, kewenangan masing-masing instansi, serta kemampuan anggaran daerah.
Arie kembali menekankan pentingnya mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung sebagai dasar pertimbangan pembangunan.
“Makanya penting untuk menyerap apa yang benar-benar dibutuhkan di bawah,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, aspirasi mengenai pelatihan pemuda dan dukungan UMKM diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program yang relevan.
Penguatan kapasitas masyarakat pun dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan infrastruktur.
“Selain drainase dan PJU, warga juga minta adanya perhatian untuk pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan untuk pemuda dan bantuan untuk pelaku UMKM,” tutur Arie. (Adv/DPRD Samarinda)
