BI Kaltim Gunakan AI Petakan Sumber Pangan Murah

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardyanto.

Mediaborneo.net, Samarinda –   Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) membuka peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu mencari sumber pasokan pangan dengan harga yang lebih efisien.

Gagasan tersebut muncul dalam study lapangan BI Kaltim bersama perwakilan wartawan ekonomi Kaltim ke klaster pertanian dan kebudayaan Nepal Van Java di Magelang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardyanto mengatakan, keterbatasan produksi sejumlah komoditas hortikultura di Kaltim membuat daerah perlu mencari sumber pasokan dari wilayah lain.

“Kita nggak bisa nanam bawang putih, bawang merah, kita harus impor. Kita coba mencari yang termurah,” ujar Bayuadi.

Menurutnya, pencarian sumber pasokan tidak cukup hanya melihat harga komoditas. Perhitungan juga perlu mempertimbangkan biaya distribusi serta berbagai komponen lain yang membentuk harga akhir di Kaltim.

“Yang murah itu harus tahu angka-angka berapa, sehingga nanti kita pada saat menjaga inflasi tidak akan menukar inflasi, harganya tetap,” katanya.

Dalam konteks tersebut, pemanfaatan AI dinilai dapat membantu proses pemetaan sumber pasokan dan membandingkan informasi harga dari berbagai daerah.

Bayuadi mengatakan, konsep tersebut sejalan dengan pengembangan “Mandau” yang tengah dikembangkan untuk mendukung pencarian sumber pasokan melalui kerja sama antardaerah.

“Ini kan sejalan dengan kita mengembangkan namanya Mandau. Maksudnya komunitas utama Kalimantan Timur. Jadi salah satunya nanti menggunakan AI itu adalah mencari sumber-sumber KAD yang murah,” terangnya.

BI Kaltim melihat kerja sama antardaerah atau KAD sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan komoditas yang tidak dapat diproduksi secara optimal di Kaltim.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah bawang merah dan bawang putih, mengingat karakteristik geografis Kaltim yang berbeda dengan kawasan sentra hortikultura dataran tinggi di Jawa Tengah.

“Kita bisa juga kita jajaki dengan petani-petani di sana untuk melakukan KAD di antardaerah untuk kebutuhan bawang merah, bawang putih di Kalimantan,” pungkas Bayuadi. (Oen)

Share
Exit mobile version