Ribuan Massa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, Aksi 21 April Berujung Terobos Pagar

Mediaborneo.net, Samarinda –   Aksi 21 April Kaltim memuncak pada Selasa sore. Ribuan massa yang sebelumnya berunjuk rasa di DPRD Kaltim kembali bergerak dan memadati Kantor Gubernur Kalimantan Timur setelah berkumpul di Islamic Center Samarinda.

Massa tiba sekitar pukul 14.23 WITA. Sejak awal kedatangan, situasi sudah dipenuhi gelombang demonstran yang datang dari berbagai titik. Orasi dilakukan secara bergantian dengan nada kritik tajam terhadap kepemimpinan pemerintah provinsi.

Sejumlah orator menyebut aksi ini sebagai bentuk akumulasi kekecewaan publik. Mereka menilai berbagai persoalan daerah tidak ditangani secara terbuka dan cenderung mengabaikan kepentingan masyarakat.

“Ini bukan sekadar aksi, ini peringatan keras. Kami datang untuk menyampaikan suara rakyat yang sudah lama tidak didengar,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando.

Meski menyuarakan kritik keras, massa berulang kali menegaskan komitmen untuk tetap menjaga aksi damai. Namun, tuntutan agar gubernur menemui mereka tak kunjung direspons.

Aksi sempat dihentikan sementara saat waktu salat Ashar dan dilanjutkan kembali sekitar pukul 15.53 WITA. Setelah itu, tensi kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah massa.

Puncaknya terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Sebagian massa merangsek masuk ke halaman kantor gubernur dengan menerobos pagar pembatas. Situasi sempat memanas, namun aparat keamanan yang telah bersiaga langsung melakukan pengendalian.

Menjelang pukul 17.39 WITA, sebagian massa mulai mundur dan kondisi berangsur kondusif. Hingga sore hari, Gubernur Kalimantan Timur belum terlihat menemui para demonstran.

Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan meningkatnya tekanan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa tuntutan masyarakat kian mendesak untuk segera direspons. (Oen/M Jay)

Share