Kaltim  

ASN Untuk IKN Dirampingkan, Berganti “Robot” Digital

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Bima Harya Wibisana menyebut perkembangan teknologi digitalisasi dan informasi di era saat ini sangat cepat, membuat pemerintah untuk segera beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi.

Bahkan adanya wacana untuk “merampingkan” Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang layanan publik dan menggantinya dengan “robot” teknologi digitalisasi, tak dipungkirinya. Termasuk untuk ASN di ibukota negara (IKN) nanti.

“Kita sekarang kan berubah, karena proses. Gara-gara bisnis berubah, tata cara berubah. Saat ini semua sudah menggunakan digital online, jadi apakah masih diperlukan untuk hadir secara fisik? Kalau masih, apakah itu akan sebanyak sebelumnya atau tidak? Atau bisa dikurangi dengan menggunakan teknologi informasi? Kalau tadinya 10 orang (ASN, red), tapi kalau yang digunakan adalah teknologi informasi, apakah harus tetap 10 orang itu juga. Artinya, kita hitung lagi secara akurat, berapa kebutuhannya (ASN di IKN, red),” ucapnya saat ditemui di kantor BKD Provinsi Kaltim, Rabu (5/1/2022).

Masih kata dia, nantinya ASN yang akan ditempatkan di IKN, tetap harus melalui seleksi kompetensi.

“Ya, ASN ada kompetensinya. Tinggal dimana, siapa yang akan dipindahkan ke sana, itu yang akan kita prioritaskan dulu. Mudah-mudahan 2024 sudah ada yang bisa dipindah ke sana (IKN, red),” ujarnya.

Ditanyakan mengenai jumlah ASN yang akan dipindah ke IKN, Bima Harya Wibisana memastikan akan menyesuaikan kebutuhan dan APBD.

“Itu tergantung usulan mereka (pemerintah daerah, red). Berapa banyak formasi yang dibutuhkan dan juga melihat kemampuan keuangan APBD UN membayar gaji. Jadi kita harus melakukan perencanaan akurat, tidak hanya merupakan suatu keinginan, tapi kebutuhan riil harus dihitung betul,” katanya.

Dirinya berharap, seluruh ASN di Indonesia dan Kaltim khususnya untuk terus meningkatkan kompetensi, sehingga memiliki daya saing tinggi.

“Dunia sudah berubah, jadi kita harus tingkatkan kompetensi. Harus memiliki daya saing dan dilakukan secara individual, secara masing-masing harus bisa meningkatkan kompetensi, meningkatkan cara kerja, etitut kerja sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan berkualitas,” pesannya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Share