Mediaborneo.net, Samarinda – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) memanfaatkan Kaltim Halal Festival 2026 (KalaFest 2026) sebagai panggung strategis untuk mempercepat naik kelasnya UMKM halal di Benua Etam.
Melalui festival yang digelar pada 8–10 Mei 2026 di Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan BI Kaltim, sekitar 150 UMKM terkurasi dan telah mengantongi sertifikat halal mendapat kesempatan memperluas pasar, menjalin kemitraan, dan mengakses pembiayaan syariah.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menegaskan bahwa penguatan UMKM halal menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang tangguh dan berdaya saing.
Menurut Jajang, Bank Indonesia tidak hanya mendorong literasi, tetapi juga menghadirkan solusi konkret melalui pendampingan sertifikasi halal, business matching, serta perluasan akses ke lembaga keuangan syariah.
“UMKM halal memiliki peluang besar untuk tumbuh, terutama karena Kalimantan Timur berada di kawasan strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
BIMA ETAM Jadi Mesin Penggerak
Salah satu program andalan BI Kaltim adalah BIMA ETAM (Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM). Program ini dirancang untuk menjembatani pelaku usaha dengan sumber pembiayaan produktif.
Sejak diluncurkan pada 2025, lebih dari 1.000 UMKM telah mengikuti program tersebut dan memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, sekaligus memperkuat kesiapan mengakses pembiayaan syariah.
Inisiatif ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha lokal memiliki produk unggulan, namun masih menghadapi keterbatasan modal dan akses pasar.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi pusat industri halal di Indonesia Timur.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) dipandang akan menciptakan pasar baru yang luas bagi produk halal, mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, hingga jasa keuangan syariah.
“Ekonomi syariah kini menjadi pilar penting dalam membangun pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” kata Seno Aji.
Selain pameran produk, KalaFest 2026 juga menghadirkan Sharia Expo, Bazaar Syariah, forum bisnis, seminar, dan business matching pembiayaan syariah.
Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan perbankan, investor, dan mitra usaha potensial sehingga membuka peluang ekspansi usaha yang lebih besar.
Melalui Kalafest 2026, BI Kaltim ingin mengirim pesan bahwa UMKM halal bukan sekadar sektor pelengkap, tetapi motor pertumbuhan ekonomi baru yang siap memanfaatkan momentum pembangunan Kalimantan Timur. (Oen/M Jay)
