QRIS Antarnegara Bawa Transaksi Rp7,63 Triliun

Penggunaan transaksi QRIS di Kaltim mengalami lonjakan signifikan. (Ilustrasi)

Mediaborneo.net, Samarinda –   Pembayaran digital Indonesia semakin menembus batas negara. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara yang dilakukan pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun.

Pada periode yang sama, masyarakat Indonesia menggunakan QRIS Antarnegara sebanyak 4,67 juta kali saat bertransaksi di negara mitra dengan nilai Rp1,73 triliun. Jika digabungkan, nilai transaksi lintas negara melalui QRIS telah mencapai Rp7,63 triliun.

“QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memiliki sistem yang sama,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.

Besarnya transaksi dari pengguna negara mitra di Indonesia juga mencatat selisih Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri. Perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya pemanfaatan pembayaran digital untuk mendukung mobilitas wisatawan dan kegiatan ekonomi lintas negara.

“Yang dibutuhkan adalah kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara,” kata Filianingsih.

Perkembangan itu sekaligus memperkuat posisi QRIS sebagai bagian dari ekosistem pembayaran digital nasional. Wisatawan dari negara yang telah terhubung dengan QRIS Antarnegara dapat membayar di merchant QRIS Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran yang biasa mereka gunakan di negara asal.

“Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,” ujarnya.

Konektivitas tersebut kini telah mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Bank Indonesia membangun kerja sama dengan otoritas serta industri sistem pembayaran di negara-negara tersebut dengan menghubungkan infrastruktur pembayaran domestik yang telah tersedia.

“Interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memiliki sistem yang sama,” kata Filianingsih.

Bagi Indonesia, skema tersebut juga membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Data hingga Juli 2026 menunjukkan jumlah merchant QRIS telah mencapai 45,46 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 96,69 persen merupakan UMKM.

“Dengan menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara,” kata Filianingsih.

Dengan basis merchant yang sudah luas di dalam negeri, pelaku usaha tidak harus membangun sistem pembayaran baru untuk melayani wisatawan mancanegara yang berasal dari negara mitra. Transaksi dapat dilakukan melalui ekosistem QRIS yang telah digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Yang dibutuhkan adalah kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati,” ujarnya.

Penguatan konektivitas pembayaran lintas negara juga menjadi bagian dari agenda transformasi digital Indonesia. Bank Indonesia bersama pemerintah, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta industri sistem pembayaran terus memperkuat implementasi QRIS Antarnegara agar dapat digunakan secara aman dan sesuai dengan kerangka domestik masing-masing negara.

“Komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara,” tutur Filianingsih.

Atas perkembangan tersebut, QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada UNGA 81 di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).

“QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memiliki sistem yang sama,” kata Filianingsih.

Bank Indonesia selanjutnya akan memperluas konektivitas QRIS Antarnegara ke negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia. Pengembangan tersebut akan menggunakan pengalaman dari kerja sama yang sudah berjalan, sembari menyesuaikan penerapannya dengan karakteristik setiap negara mitra.

“Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,” tutupnya. (Oen/M Jay)

Share
Exit mobile version