Mediaborneo.net, Samarinda – Pelantikan Neneng Chamelia Shanti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menandai penerapan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan strategis di daerah.
Wali Kota Andi Harun menyebut, pengangkatan Sekda kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan pendekatan berbasis merit dan data kinerja aparatur sipil negara (ASN). Sistem tersebut mengacu pada rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Ini bukan sekadar penunjukan biasa. Semua melalui tahapan panjang dan berbasis penilaian kompetensi serta kinerja,” kata Andi Harun.
Ia mengungkapkan, proses tersebut melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pemenuhan indikator sistem merit, pendampingan BKN, hingga persetujuan akhir dari pusat.
Pemkot Samarinda bahkan mengklaim sebagai salah satu daerah pertama yang menerapkan mekanisme ini untuk posisi Sekda.
Meski disebut lebih objektif, durasi proses pengisian jabatan yang hanya berlangsung sekitar satu bulan turut menjadi perhatian. Pemerintah kota menilai hal itu sebagai bentuk percepatan birokrasi, namun di sisi lain menjadi ujian terhadap konsistensi penerapan sistem tersebut.
“Kecepatan ini menunjukkan birokrasi yang semakin adaptif. Tapi tentu implementasinya harus terus dikawal,” ujar Andi Harun.
Pengamat menilai, keberhasilan sistem manajemen talenta tidak hanya ditentukan saat seleksi, tetapi juga dari kinerja pejabat yang terpilih dalam menjalankan tugasnya.
Sebagai Sekda, Neneng Chamelia Shanti akan memegang peran kunci dalam koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk menjaga stabilitas tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah.
Wali Kota meminta Sekda yang baru segera melakukan konsolidasi internal dan memastikan program prioritas daerah berjalan efektif.
“Sekda harus mampu menjadi penggerak utama reformasi birokrasi dan memastikan sinergi lintas perangkat daerah,” tegasnya.
Dalam agenda yang sama, Pemkot Samarinda juga melantik 20 pejabat fungsional serta mengukuhkan 23 kepala sekolah melalui sistem pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah (KSPS).
Langkah ini disebut sebagai bagian dari penataan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan dan sektor pendidikan.
Andi Harun turut menekankan pentingnya integritas dalam setiap jabatan, mengutip pernyataan Dwight D. Eisenhower tentang kepemimpinan.
“Integritas adalah hal utama. Jangan sampai jabatan disalahgunakan. Semua harus bekerja untuk kepentingan publik,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi Pemkot Samarinda untuk membuktikan bahwa sistem berbasis talenta mampu menghasilkan birokrasi yang lebih profesional. Namun, efektivitasnya masih akan terlihat dari kinerja para pejabat yang baru dilantik dalam waktu ke depan. (Han/M Jay)
