MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sepanjang Januari hingga Oktober 2021, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda mencatat sebanyak 195 peristiwa kebakaran dan 1.240 penyelamatan.

Wakil Komandan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Samarinda Sunardi Siman mengatakan, sejak dua bulan terakhir, peristiwa kebakaran yang terjadi di Samarinda mengalami penurunan jika dibanding bulan sebelumnya.

“Jika dilihat dari data peristiwa kebakaran pada bulan Januari, kejadiannya hanya sedikit. Mulai Pebruari hingga Agustus, kejadian kebakaran langsung meningkat dan kembali turun sejak dua bulan terakhir ini,” katanya pada mediaborneo.net, Sabtu (6/11/2021).

Berdasarkan data Disdamkar kota Samarinda periode Januari hingga Oktober 2021, peristiwa kebakaran yang melanda pemukiman penduduk terjadi sebanyak 66 kejadian, kebakaran lahan sebanyak 15 kejadian, kebakaran gedung/kios/gudang/rumah makan dan tempat pendidikan sebanyak 11 kejadian, kebakaran kendaraan sebanyak 8 kejadian.

Sedangkan penyebab terjadinya kebakaran mayoritas karena adanya korsleting listrik, sebanyak 61 kejadian, kebakaran sampah 15 kejadian, kebocoran gas dan lain-lain 19 kejadian.

Lalu, data penyelamatan yang dilakukan periode Januari hingga Oktober 2021 sebanyak 1.240 kejadian. Terbanyak adalah evakuasi ular sebanyak 433 kejadian dan evakuasi sarang tawon 286 kejadian.

“Akhir-akhir ini hampir setiap hari kami menerima laporan pengaduan keberadaan binatang berbahaya, seperti ular, biawak, tawon dan sebagainya dari masyarakat. Tentu kami harus sigap untuk melakukan penanganan, guna menghindari terjadinya sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan warga,” tutupnya.

Penulis : Koko
Editing : M Jay

Don`t copy text!