Mediaborneo.net, Kukar- Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kukar 2026. Setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur pada akhir Januari, arah pelaksanaan Musda di tingkat kabupaten/kota kini semakin jelas.
Musda Golkar Kukar dipastikan tinggal menunggu surat edaran resmi dari DPD I Golkar Kaltim sebagai dasar pelaksanaan serentak di seluruh wilayah.
Sekretaris Jenderal DPD Partai Golkar Kukar, Johansyah, menyampaikan bahwa kesiapan internal partai sejatinya sudah matang. Namun, pihaknya tetap berpegang pada mekanisme organisasi yang mengharuskan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan partai.
“Begitu surat edaran turun, kami langsung bergerak. Rapat koordinasi akan segera kami lakukan untuk mematangkan seluruh teknis Musda,” ujar Johansyah.
Johansyah menyebutkan, berdasarkan komunikasi intensif dengan DPD I, Musda Golkar Kukar diperkirakan digelar pada Maret hingga April 2026. Waktu tersebut dinilai ideal untuk memastikan seluruh proses berjalan demokratis dan tertib.
Ia menegaskan, Musda bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, tetapi momentum penting untuk menentukan arah dan kekuatan politik Golkar Kukar ke depan.
“Musda ini menentukan wajah Golkar Kukar beberapa tahun ke depan. Jadi harus dipersiapkan dengan matang dan transparan,” tegasnya.
Menanggapi isu yang sempat beredar terkait pencalonan dirinya, Johansyah kembali menegaskan sikapnya untuk tidak maju dalam bursa calon Ketua DPD II Golkar Kukar. Ia menegaskan fokus utamanya adalah memastikan Musda berjalan sukses dan kondusif.
“Saya ingin meluruskan, saya tidak mencalonkan diri. Tugas saya sebagai sekjen adalah memastikan proses organisasi berjalan baik,” jelasnya.
Johansyah juga menekankan bahwa Golkar Kukar membuka peluang seluas-luasnya bagi kader internal yang ingin maju sebagai calon ketua, selama memenuhi syarat dan mekanisme partai.
Dalam peta kekuatan internal, Johansyah mengakui bahwa hingga saat ini Hasanuddin Mas’ud masih menjadi figur paling menonjol dan kuat di bursa calon Ketua Golkar Kukar. Sebagai Ketua DPD II Golkar Kukar saat ini, Hasanuddin dinilai memiliki rekam jejak organisasi dan basis dukungan yang solid.
“Kalau melihat dinamika hari ini, memang Pak Hasanuddin Mas’ud masih sangat dominan. Tapi Golkar tetap memberi ruang bagi kader lain,” katanya.
Meski belum muncul nama pesaing secara terbuka, Johansyah menegaskan bahwa daftar resmi calon baru akan diketahui setelah pendaftaran resmi dibuka oleh Steering Committee (SC) Musda.
Lebih jauh, Johansyah berharap Musda kali ini mampu melahirkan kepengurusan yang solid, progresif, dan adaptif terhadap dinamika politik Kutai Kartanegara yang semakin kompetitif.
Ia juga menegaskan target jangka panjang Golkar Kukar, khususnya menghadapi Pemilu 2029.
“Golkar Kukar tidak boleh hanya menjadi partai pendukung. Target kami jelas, harus mampu melahirkan kader sendiri sebagai calon bupati atau wakil bupati,” tegasnya.
Sebagai informasi, Musda Golkar Kukar akan diikuti oleh pemilik hak suara yang terdiri dari 20 suara pimpinan kecamatan, 1 suara gabungan pendiri dan sayap partai, 1 suara dari DPD I Golkar Kalimantan Timur.
Total terdapat 22 suara, dengan syarat minimal 30 persen dukungan bagi setiap bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Kutai Kartanegara. (*/Din/Ann/M Jay)












