BI Kaltim Gaspol Kembangkan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Motor Ekonomi Baru

Mediaborneo.net, Samarinda –   Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) semakin agresif mendorong penguatan desa wisata dan ekonomi kreatif sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui program pengembangan Desa Wisata Kampung Tenun Samarinda yang diproyeksikan menjadi destinasi unggulan berbasis budaya dan pariwisata berkelanjutan.

Melalui kegiatan bertajuk Sinergi Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif, BI Kaltim menggandeng pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem UMKM pariwisata sekaligus meningkatkan akses pembiayaan dan literasi keuangan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, tidak hanya dari kekayaan alam tetapi juga warisan budaya seperti tenun Samarinda.

“Pengembangan desa wisata menjadi kunci untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Sejak 2014, BI Kaltim telah konsisten membina Kampung Tenun Samarinda melalui penguatan UMKM lokal, perbaikan galeri, hingga dukungan atraksi wisata. Pada 2026, fokus diperluas ke pengembangan UMKM hijau, UMKM subsisten, dan UMKM berbasis pariwisata guna menciptakan ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah daerah, peluang pengembangan sarung tenun Samarinda dinilai masih sangat besar, baik sebagai identitas budaya maupun komoditas ekonomi. Upaya penguatan ekspor dan akses wisata terus didorong, termasuk optimalisasi Pelabuhan Palaran sebagai pintu ekspor serta peningkatan konektivitas destinasi wisata.

Komitmen bersama ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BI Kaltim, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, dan Pemerintah Kota Samarinda. Kolaborasi ini mencakup pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, akses pembiayaan UMKM, serta literasi keuangan.

Tak hanya itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan program BIMA ETAM Seri ke-11, yang menjadi andalan BI dalam memperluas akses pembiayaan UMKM. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 833 UMKM dan menyalurkan pembiayaan produktif sebesar Rp16,97 miliar kepada 163 pelaku usaha.

Melalui strategi terintegrasi ini, BI Kaltim optimistis Kampung Tenun Samarinda mampu naik kelas sebagai destinasi unggulan sekaligus pusat ekonomi kreatif berbasis budaya di Kalimantan Timur. (Oen/M Jay)

Share