MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kepala Bank Indonesia (BI)Perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) Ricky Perdana Gozali mengatakan, inflasi yang terjadi saat ini di Indonesia maupun seluruh dunia harus dicermati. Kenaikan harga energi dan pangan dunia, dipastikan akan berdampak bagi Indonesia.

“Ini menjadi fokus dan perhatian pemerintah. Presiden juga sudah memberikan arahan untuk kita bisa menjaga inflasi ini, agar tidak bergejolak dan mengganggu pertumbuhan yang sekarang ada,” ucapnya pada awak media, Kamis (18/8/2022).

Oleh sebab itu, dia mendorong, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, dapat bersinergi dengan TPID pusat guna melakukan upaya-upaya menjaga inflasi tetap terkendali.

“4 hal yang dapat dilakukan oleh TPID, yaitu kita menjaga ketersediaan pasokan, kita jaga kelancaran distribusi, kita juga menjaga keterjangkauan harga dan komunikasi yang efektif,” terangnya.

“Bagaimana komunikasi kita bisa efektif kepada masyarakat mengenai inflasi ini, serta bagaimana masyarakat melakukan hal-hal supaya tidak mendukung inflasi lebih tinggi. Itu yang akan dilakukan, ” sambungnya.

Menurut Ricky, secara teknis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama pihak terkait akan melakukan koordinasi tingkat provinsi, yang mana Gubernur Isran Noor akan menjadi ketuanya, untuk merencanakan upaya dan tindakan jangka pendek mengantisipasi meningkatnya inflasi di Kaltim.

Dia menyebut, kelompok penyumbang inflasi terbesar di Kaltim dan Indonesia adalah pangan, yang mencapai 10 persen. Sementara, kelompok lainnya adalah holtikultura, cabai dan bawang. Hal ini dipengaruhi oleh biaya transportasi yang tinggi hingga membuat harga menjadi lebih tinggi.

“Ini yang harus kita perangi dengan melakukan koordinasi dan tindakan, supaya barang-barang holtikultura, pangan ini tidak melebihi inflasi yang ditetapkan, ” katanya.

Ricky menambahkan, Kaltim saat ini bukan termasuk daerah pemasok, penghasil dan produksi, melainkan Kaltim adalah sebagai daerah pemakai. Sehingga diperlukan kesediaan pasokan yang cukup ke Kaltim, supaya harga tetap stabil.

“Yang kita sudah lakukan adalah bekerjasama dengan daerah yang punya suplai, supaya bisa didistribusikan ke Kaltim sesuai dengan harapan kita, dengan harga terjangkau, ” imbuhnya.

Penulis : Koko
Editor : Oen

Don`t copy text!