Mediaborneo.net, Samarinda – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H., memberikan pesan tegas kepada jajaran pejabat yang baru dilantik. Di balik seremoni pergantian jabatan, Chatarina menekankan satu hal penting: jabatan di Kejaksaan harus dijalankan dengan integritas, kerendahan hati, dan keberanian memberikan pelayanan hukum terbaik kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Chatarina saat memimpin pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan pejabat eselon II di Aula Kejati Kaltim, Kamis (13/8/2026). Menurutnya, para pejabat yang mendapat amanah baru merupakan orang-orang terpilih yang memiliki kapasitas untuk menggerakkan organisasi dan menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, “Para pejabat tersebut merupakan pribadi-pribadi terpilih yang mempunyai kualitas yang dibutuhkan untuk memimpin dan menggerakkan roda bidang ataupun satuan kerja yang dipimpin,” ujar Chatarina.
Bagi Chatarina, mutasi dan promosi bukan sekadar pergantian posisi. Rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat kinerja sekaligus meningkatkan kemampuan Kejaksaan beradaptasi terhadap perkembangan persoalan hukum di masyarakat.
“Kegiatan promosi dan mutasi ini merupakan hal yang lumrah. Prosesi penempatan dan alih tugas pejabat di lingkungan Kejaksaan merupakan sebuah kebijakan organisasi yang senantiasa terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Chatarina.
Ia menilai organisasi Kejaksaan harus terus bergerak dan tidak boleh berhenti pada pola kerja yang sama. Karena itu, pejabat yang baru dipercaya memegang jabatan strategis diminta segera membaca kondisi di tempat tugas masing-masing, memahami persoalan, kemudian mengambil langkah penyelesaian secara tepat.
“Gunakan akselerasi dan akurasi dalam melaksanakan tugas,” tegas Chatarina.
Chatarina juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang memiliki konsekuensi besar. Menurut dia, tanda jabatan yang melekat pada seorang pejabat seharusnya tidak membuat seseorang merasa lebih tinggi dibanding orang lain.
“Jabatan adalah sebuah amanah yang dititipkan Allah Subhanahu Wata’ala kepada kita,” ucapnya.
Karena itu, Chatarina meminta para pejabat yang baru dilantik tetap menjaga kerendahan hati. Ia menekankan bahwa pertanggungjawaban seorang pejabat tidak hanya diberikan kepada pimpinan maupun masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan sebagai pemberi amanah.
“Tanda jabatan yang disematkan saat ini janganlah membuat kita sombong, tinggi hati. Justru dengan jabatan yang baru ini kita harus bisa lebih rendah hati,” pesan Chatarina.
Dalam kesempatan tersebut, Chatarina juga menyoroti pentingnya membangun budaya kerja yang sehat di setiap satuan kerja. Ia meminta pejabat baru menciptakan lingkungan yang produktif, inovatif, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, integritas tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus terlihat dalam cara pejabat mengambil keputusan, memberikan pelayanan, maupun menjalankan kewenangan penegakan hukum.
“Terus menumbuhkan etos kerja yang berorientasi pelayanan kepada masyarakat dan menjaga integritas, termasuk menjauhi penyimpangan dan perbuatan tercela,” tegasnya.
Bagi Chatarina, keberhasilan Kejaksaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang ditangani. Lebih jauh, proses penegakan hukum harus memberikan rasa keadilan dan manfaat bagi masyarakat.
Ia meminta pejabat baru memastikan seluruh tugas dilaksanakan secara profesional dengan tetap berpegang pada integritas. Hal itu menjadi penting agar kehadiran Kejaksaan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Wujudkan proses penegakan hukum yang adil, profesional dan bermanfaat yang dilaksanakan dengan senantiasa mengacu pada integritas luhur,” kata Chatarina.
Empat pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut yakni Deddy Yuliansyah Rasyid, S.H., M.H. sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Kaltim; Dr. Robert Jimmy Lambila, S.H., M.H. sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Kaltim; Aji Kalbu Pribadi, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara; serta Dr. Hary Palar, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Paser.
Chatarina berharap seluruh pejabat tersebut segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru dan mampu menjawab persoalan yang ada dengan langkah yang terukur. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada pejabat yang mendapatkan tugas di Kalimantan Timur.
“Saya ucapkan selamat datang di Bumi Etam Kalimantan Timur dan selamat bekerja,” ujar Chatarina.
Ia kemudian menitipkan pesan agar amanah baru tersebut dijalankan dengan kesungguhan dan orientasi pada kepentingan masyarakat.
“Laksanakanlah tugas dengan sungguh-sungguh, sehingga penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Chatarina. (Koko/M Jay)












