Demo Kaltim 21 April, Kapolda Siapkan 1.700 Personel

Mediaborneo.net, Samarinda –   Rencana aksi demo Kaltim pada 21 April 2026 mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro menegaskan bahwa pihaknya siap mengamankan jalannya aksi yang digelar oleh berbagai aliansi masyarakat tersebut.

Aksi ini disebut akan menyoroti kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, khususnya terkait kinerja, kebijakan, hingga janji kampanye yang dinilai belum terealisasi.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami menghormati dan menjamin hak konstitusi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, karena itu dilindungi undang-undang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa dalam pelaksanaannya, aksi unjuk rasa harus tetap mengedepankan kewajiban menjaga ketertiban dan menghormati hak masyarakat lainnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, aksi demo Kaltim akan dipusatkan di dua lokasi strategis di Samarinda, yakni Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

“Massa rencananya akan mulai di DPRD sekitar pukul 10.00 WITA, kemudian bergerak ke kantor gubernur. Dua titik ini menjadi fokus pengamanan kami,” kata Kapolda.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sekitar 1.700 personel gabungan akan diterjunkan. Tidak hanya dari kepolisian, pengamanan juga melibatkan TNI, Satpol PP, tenaga kesehatan, hingga pemadam kebakaran.

Dalam pengamanan demo Kaltim 21 April, Kapolda menekankan pendekatan humanis sebagai prioritas utama. Ia menyebutkan bahwa strategi yang digunakan lebih mengedepankan langkah preemptif dan preventif.

“Kami tidak mengedepankan tindakan represif selama situasi tetap kondusif dan tidak ada pelanggaran hukum,” tegasnya.

Polisi juga siap memfasilitasi perwakilan massa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPRD maupun pihak gubernur. Namun, ia mengimbau agar peserta aksi menyiapkan perwakilan dan materi yang akan disampaikan agar komunikasi berjalan efektif.

Kapolda turut mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang beredar di media sosial.

“Hati-hati menerima informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai terjadi disinformasi yang bisa memperkeruh situasi,” katanya.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak, khususnya koordinator aksi, terus menjalin komunikasi dengan aparat keamanan guna memastikan demo Kaltim berjalan aman, tertib, dan aspirasi tersampaikan secara murni.

“Jangan sampai ada pihak-pihak lain yang menunggangi aksi ini untuk kepentingan tertentu,” pungkasnya. (Koko/M Jay)

Share