Mediaborneo.net, Samarinda – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala BPSDM Kaltim atas inisiatifnya mengundang Disdukcapil untuk melakukan sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Vincentius Samadi Ponco Putro, mewakili Kepala Disdukcapil Kaltim, Kasmawati, saat sosialisasi di Aula II BPSDM Kaltim pada Rabu (14/1/2026).
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, mengatakan dalam sambutannya bahwa selama ini Disdukcapil Kaltim aktif melakukan sosialisasi program kependudukan pada pameran-pameran. Namun kali ini, kegiatan difokuskan khusus agar seluruh ASN, petugas keamanan, dan tenaga cleaning service dapat mengaktifkan IKD.
Vincentius menekankan kepada peserta bahwa Disdukcapil Kaltim tidak pernah menghubungi masyarakat melalui WhatsApp atau telepon, untuk menghindari penipuan.
Ia mencontohkan kasus terbaru, di mana seorang ASN kehilangan tabungan Rp150 juta, dan oknum polisi kehilangan Rp500 juta karena mengaktivasi IKD melalui pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Target kami adalah 30 persen masyarakat Kaltim mengaktifkan IKD, sementara saat ini baru 7,24 persen,” ujar Vincentius.
Ia menambahkan bahwa aktivasi IKD mempermudah masyarakat mengakses pelayanan publik, seperti pengurusan SIM di Balikpapan, pembayaran PDAM Samarinda, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Samarinda.
Ia juga menekankan, rendahnya animo masyarakat disebabkan maraknya penipuan berkedok Disdukcapil Kaltim, sehingga sosialisasi ini menjadi penting untuk edukasi dan perlindungan warga.
Salah satu peserta sosialisasi, Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, menyambut baik kegiatan ini. Ia bahkan mengisi data aktivasi IKD sebanyak tiga kali karena kendala jaringan internet, dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ASN.
BPSDM Kaltim menyiapkan empat meja untuk aktivasi IKD dan konsultasi, sehingga peserta dapat langsung mengurus pendaftaran.
Antusiasme peserta cukup tinggi, hingga terjadi antrian panjang, yang menunjukkan tingginya minat ASN untuk segera mengaktivasi IKD. (Oen/M Jay)
