MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin mengatakan, dampak musim kemarau yang melanda Kaltim sejak September hingga Oktober ini membuat distribusi air bersih PDAM terganggu.

Seperti yang terjadi di SMAN 3 Tenggarong. Dikatakan Salehuddin, dirinya menerima laporan dari pihak sekolah mengenai kurangnya pasokan air bersih di sekolah tersebut.

“Selama musim kemarau debit air PDAM berkurang, sehingga ini berdampak pada boarding school siswa SMA 3 Unggulan Tenggarong. Kemarin mereka melakukan komunikasi untuk membantu memfasilitasi dengan Pemerintah Kabupaten Kartanegara, terkait dengan PDAM,” ujarnya.

Menurut dia, sebenarnya kondisi tersebut tidak hanya terjadi di SMAN 3 Tenggarong saja, tapi banyak sekolah dan rumah warga. Untuk itu, dirinya meminta kepada instansi terkait untuk melakukan monitoring.

“Kami juga mendorong Kepala Dinas untuk memonitoring langsung. Harapannya ini sudah bisa tertangani, walaupun sifatnya sementara. Karena di 2024 baru dianggarkan Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan sistem pipa dan jaringan yang lebih memadai lagi, supaya kebutuhan air bisa terpenuhi,” ujarnya.

Khusus untuk SMAN 3 Tenggarong ke depan, lanjut Salehuddin, dirinya mendorong Pemprov Kaltim untuk menambah anggaran ke sekolah tersebut, utamanya terkait dengan asrama siswa.

“Kita dorong 2024 boarding school pembiayaan langsung dari Dinas Pendidikan provinsi. Karena selama ini masing-masing asrama dari orang tua dan komite. Ke depan kesepakatan 100 persen ditanggung oleh provinsi, khusus asramanya,” tandasnya. (HK/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Share
Don`t copy text!