MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengatakan, dengan Kaltim dinyatakan sebagai Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), maka kebudayaan lokal harus ditingkatkan.

Dikatakannya, dengan IKN, ke depan Kaltim akan menjadi etalase Indonesia dan masyarakatnya menjadi masyarakat internasional, sehingga banyak hal yang perlu dipersiapkan.

“Ciri khas masyarakat internasional itu adalah memiliki budaya yang tinggi, melahirkan dan mencerminkan peradaban bagi bangsa di mata dunia. Karena orang datang ke Indonesia pasti ke ibu kota dulu, baru ke beberapa provinsi lain,” ujarnya.

“Kita harus memiliki budaya yang kuat dan menjadi penilaian di dunia internasional, bahwa Indonesia memiliki peradaban yang bagus. Misalnya, budaya antri, tata krama dan sebagainya, sehingga perlu persiapan,” sambung Rusman.

Dia menyebut, ciri daerah yang punya karakter adalah ketika nilai budaya teraktualisasi dengan baik.

“Ada nilai yang menjadi ciri dari nilai budaya yang dimiliki, apalagi Kaltim menjadi miniatur Indonesia, maka harus dilakukan penguatan. Harus ada sisi lain yang kita lihat, menjadi kesatuan yang utuh tanpa melihat keragaman,” katanya.

Rusman mencontohkan, salah satu sektor yang perlu melakukan perbaikan dan peningkatan secara menyeluruh adalah layanan publik. Karena dia menilai, layanan publik di Kaltim belum maksimal dan jauh tertinggal dengan layanan yang ada di kota-kota lain di Indonesia.

“Diperlukan layanan publik sebaik mungkin pada masyarakat. Jangan sampai layanan publik jalan di tempat, masih banyak yang harus dibenani, banyak PR yang harus kita kejar. Justru menjadi IKN harus menjadi cambuk untuk mengejar ketertinggalan dibanding provinsi lain yang Jawa sentris. Ini momentum untuk menunjukkan Kaltim tidak lagi Jawa sentris,” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!