Mediaborneo.net, Samarinda – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah Kaltim melalui gelaran Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026.
Ajang tahunan yang menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia ini sukses menarik puluhan ribu pengunjung dan mencatat transaksi miliaran rupiah.
Penutupan KalaFest 2026 yang berlangsung di Islamic Center Samarinda, Minggu (10/5/2026), menegaskan bahwa pengembangan sektor halal telah menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyampaikan bahwa KalaFest merupakan strategi nyata Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem halal dan meningkatkan inklusi keuangan syariah di Kaltim.
“Bank Indonesia terus mendorong inovasi dan kolaborasi untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berdampak langsung terhadap UMKM, pesantren, dan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga memberikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia menyelenggarakan KalaFest sejak 2024.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menilai festival ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah kolaborasi strategis yang mendorong literasi, pembiayaan, dan penguatan industri halal.
KalaFest 2026 mencatat capaian yang mencerminkan besarnya potensi ekonomi syariah Kaltim. Sebanyak 24.815 pengunjung menghadiri rangkaian acara yang meliputi tabligh akbar, seminar, talkshow, bazar syariah, dan sharia expo.
Sebanyak 160 tenant UMKM halal membukukan penjualan mencapai Rp1,29 miliar.
Selain itu, lembaga keuangan syariah menyalurkan komitmen pembiayaan UMKM sebesar Rp3,27 miliar kepada 20 pelaku usaha, sehingga total perputaran ekonomi yang tercipta menembus Rp4,5 miliar.
Dari sisi keuangan sosial syariah, festival ini juga menghimpun wakaf produktif sebesar Rp53,4 juta dari 1.962 wakif untuk mendukung tiga proyek wakaf di Samarinda.
BI Kaltim juga memanfaatkan KalaFest sebagai sarana mempercepat transformasi UMKM halal Kaltim. Sebanyak 1.211 peserta mengikuti edukasi ekonomi syariah, sementara jangkauan digital kegiatan ini mencapai lebih dari 702 ribu orang melalui berbagai platform media sosial.
Sejumlah program strategis turut diluncurkan, antara lain website KDEKS sebagai pusat informasi halal, Wakaf Goes to Campus, Program Unggulan Wakaf Produktif, serta fasilitasi rumah potong unggas halal dan penguatan lembaga pendamping proses produk halal.
Langkah tersebut sejalan dengan peran BI Kaltim dalam memperkuat halal value chain, meningkatkan literasi keuangan syariah, dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“KalaFest 2026 menunjukkan bahwa ekonomi syariah tidak hanya menjadi instrumen keagamaan, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan Pemerintah Daerah, KDEKS, lembaga keuangan syariah, dan pelaku usaha, Bank Indonesia optimistis Kaltim dapat menjadi salah satu pusat pengembangan industri halal dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia,” tutup Bayuadi. (Koko/M Jay)
