MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 sudah dilaksanakan, saat ini hanya tinggal menunggu perhitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menentukan dan menetapkan siapa yang terpilih sebagai Presiden dan Legislatif.

Namun dibalik kontestasi ini, ternyata ada dampak buruk yang bisa saja terjadi. Yakni, dimana calon peserta Pemilu yang akhirnya dinyatakan gagal, hingga menyebabkan timbul kekecewaan, bahkan hilang ingatan.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Markaca mengatakan, seorang peserta Pemilu hendaknya memiliki jiwa yang besar, menerima kemenangan ataupun kekalahan. Sehingga, ketika dinyatakan tak berhasil, akan berjiwa besar untuk menerima.

“Kalau sampai ada yang terganggu kejiwaannya, ya sangat menyedihkan. Ini hanya urusan dunia, kenapa sampai tidak karuan, kalau takut kalah, jangan maju. Berani maju, siap terima kekalahan,” katanya.

Bagi dirinya, pertarungan di kontestasi Pemilu harus memiliki taktik yang kuat dan jiwa yang besar. Karena, pengalaman pernah kalah dalam Pemilu juga pernah dia rasakan. Namun justru hal tersebut dijadikan pelajaran untuk bisa lebih baik.

“Tergantung kejiwaan kita, kalau sampai stres, itu terlalu dihayati. Kalau soal gagal, saya pernah merasakan. Pemilu pertama saya gagal, biasa saja yang namanya kompetisi pasti ada yang menang dan kalah, itu sudah biasa, tetapi saya tetap berjuang agar disenangi dan berikutnya saya terpilih dan Alhamdulillah ini terpilih lagi,” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!