MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Laila Fatihah menilai, anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk program Pro Bebaya masih minin dan belum dapat mengcover separuh dari kebutuhan masyarakat di satu RT.

Dikatakannya, kebutuhan di setiap RT berbeda-beda, sehingga membutuhkan alokasi anggaran yang juga berbeda-beda.

“Setiap RT itu memiliki kebutuhan berbeda-beda. Ada yang dikasih Rp 100 juta itu bingung harus dikerjakan untuk apa, karena dana yang kemarin sudah terakomodir semua. Tapi ada juga RT yang diberikan Rp 100 juta tidak bisa buat apa-apa, karena banyaknya skala prioritas mereka, ” katanya, baru-baru ini.

Dirinya meminta kepada Pemkot Samarinda untuk melakukan evaluasi kembali dan melihat kebutuhan masyarakat agar anggaran yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan penggunaannya.

“Ini bisa dijadikan tolak ukur oleh Pemkot, karena dari program itu Rp 100 sampai 300 juta. Harus melihat kebutuhan dari setiap RT. Nah ini yang harus dievaluasi, “katanya.

Dia mengingatkan kepada para pihak, dimana dalam penggunaan anggaran yang ada pada program Pro Bebaya harus ada pertanggungjawaban.

” Harus dipastikan dikelola betul-betul dan tepat sasaran, karena untuk pertanggungjawaban mereka, bagaimana dan hasil kerja mereka, bagaimana yang dijadikan indikator untuk menilai itu. Jadi, kalau di RT itu bisa dipertanggungjawabkan, kenapa tidak ditambah. Menurut saya, itu akan lebih mengena karena mereka yang memahami kebutuhan di RT masing-masing, ” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!