Mediaborneo.net, Samarinda – Korupsi masih menjadi ancaman serius bagi masa depan Indonesia. Di tengah berbagai kasus yang terus mencuat dan menyeret sejumlah pihak, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan optimisme terhadap upaya pemberantasan korupsi.
Menurut PWM Kalimantan Timur, praktik korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Dampaknya sangat luas karena merusak kepercayaan publik, menghambat pembangunan, serta memperlemah upaya mewujudkan keadilan sosial di Indonesia.
Ketua PWM Kalimantan Timur, KH M. Jafron, menegaskan bahwa semangat melawan korupsi harus tetap dijaga meski berbagai tantangan terus bermunculan.
Ia mengingatkan bahwa setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sesuai ketentuan hukum tanpa adanya perlakuan istimewa.
“Korupsi adalah kejahatan yang merusak sendi kehidupan bangsa. Karena itu, pemberantasannya tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi berbagai tantangan. Penegakan hukum harus berjalan secara adil, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu,” ujar KH M. Jafron.
Ia juga menilai bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan proses hukum setelah pelanggaran terjadi. Pemerintah perlu memperkuat sistem pencegahan melalui pengawasan yang efektif, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pembangunan budaya integritas di seluruh lembaga negara.
“Membangun sistem yang kuat jauh lebih penting agar peluang terjadinya korupsi semakin kecil. Pencegahan harus menjadi prioritas bersama,” katanya.
PWM Kalimantan Timur turut mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan budaya antikorupsi.
Partisipasi publik dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan, sekaligus menjaga akuntabilitas para penyelenggara negara.
“Jangan pernah kehilangan harapan. Masyarakat harus terus menumbuhkan budaya jujur, berani mengawasi, dan memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum yang bekerja dengan integritas,” tegas KH M. Jafron.
Sebagai organisasi Islam yang mengemban misi dakwah amar makruf nahi mungkar, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan pentingnya kehidupan berbangsa yang bersih dari praktik korupsi.
Nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab harus menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Sekretaris PWM Kalimantan Timur, H. Amir Hady, mengatakan bahwa perang melawan korupsi membutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa.
Menurutnya, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, hingga masyarakat umum memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga integritas bangsa.
“Pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa agar Indonesia memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar H. Amir Hady.
Ia optimistis cita-cita menghadirkan Indonesia yang bersih dari korupsi dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa tetap menjaga komitmen moral, memperkuat integritas, dan tidak berhenti mendukung penegakan hukum yang berkeadilan.
“Dengan ikhtiar bersama, keteguhan moral, dan pertolongan Allah SWT, Indonesia yang bebas dari korupsi bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya. (M Jay)
