Puskesmas Rawat Inap Palaran Sulit Naik Status Jadi RS Type D, Ini Alasannya

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sinyal ketidakpastian peningkatan status Puskesmas Rawat Inap Palaran menjadi RS Type D oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terlihat.

Bukan hanya karena lamanya proses peningkatan status saja, tetapi juga rupanya banyak kendala yang dihadapi untuk mewujudkan wacana tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengatakan, tahapan peningkatan status Puskesmas Rawat Inap Palaran menjadi RS Type D ini sudah dikonsultasikan kepada Kementerian.

Dia pun mengakui, hadirnya rumah sakit di Kecamatan Palaran pasti sangat diperlukan masyarakat setempat. Apalagi dengan perkembangan waktu, saat ini Kecamatan Palaran terus dipadati penduduk, sementara fasilitas kesehatan seperti rumah sakit belum tersedia dan jauhnya akses menuju ke rumah sakit yang ada di kota.

“Iya itu juga diperlukan, walaupun sudah ditelaah, sudah dikonsultasikan ke Kementerian dan kita tinjau ke lapangan, ” katanya.

Kendati demikian, Sri Puji Astuti juga menilai, untuk saat ini apakah Palaran benar-benar membutuhkan rumah sakit.

“Sekarang, kebutuhan rumah sakit Type D di sana itu apakah benar-benar urgen?, ” katanya.

Karena kata dia, dengan APBD Kota Samarinda yang ada saat ini, dipastikan belum mampu membangun Puskesmas ataupun rumah sakit.

“Kita ini untuk membangun Puskesmas saja tidak mampu. Jangan itu, untuk memperbaiki Puskesmas yang kondisinya rusak saja kita tidak bisa, ” ujarnya.

“Jadi, saya kira masih jauh kalau untuk sekarang. Karena Oktober ini saja akan kembali di buka RS Islam, otomatis orang-orang di sana akan berobat ke RS Islam. Karena selama ini mungkin kejauhan kalau ke RS Dirgahayu atau ke RS Muis, masalahnya adalah transportasi tidak ada” pungkasnya. (Adv/Koko/Oen)

Share