Mediaborneo.net, Samarinda – Perselisihan keluarga akibat persoalan warisan kembali berujung pidana. Seorang pria di Samarinda harus berhadapan dengan hukum usai diduga melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarganya sendiri.
Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Cipto Mangunkusumo Gang Jambu, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, pada Kamis sore (1/1/2026).
Pelaku berinisial S (47) diduga nekat melakukan aksi kekerasan setelah tersulut emosi akibat persoalan penjualan rumah warisan. Informasi yang dihimpun, pelaku datang ke rumah orang tua korban dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman keras.
Tak terima rumah warisan yang sebelumnya ia tempati dijual, pelaku terlibat adu mulut panas dengan korban dan anggota keluarga lain yang mencoba melerai. Namun situasi justru semakin memanas.
Emosi tak terkendali, pelaku diduga memukul korban hingga keduanya terjatuh di jalan depan rumah. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung turun tangan dan berhasil melerai pertikaian sebelum situasi semakin memburuk.
Merasa dirugikan dan mengalami kekerasan fisik, korban akhirnya melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Polsek Samarinda Seberang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat.
Setelah melakukan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan barang bukti, pelaku berhasil diamankan pada Jumat (2/1/2026). Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolsek Samarinda Seberang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dalam penanganan kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu lembar surat permintaan visum sebagai bagian dari kelengkapan penyidikan. Pelaku kini resmi dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Kapolsek Samarinda Seberang, AKP A. Baikaqi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menangani setiap laporan masyarakat secara profesional.
“Setiap laporan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum. Kami juga mengimbau masyarakat agar persoalan keluarga, khususnya soal warisan, diselesaikan dengan kepala dingin dan musyawarah, agar tidak berujung pidana,” tegasnya. (Han/M Jay)
