Seno Aji Tegaskan Listrik Padam Bukan Gara-gara RKB

Mediaborneo.net, Samarinda –   Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Timur tidak dipicu persoalan Rencana Kerja dan Biaya (RKB) maupun pasokan batu bara.

Menurutnya, gangguan terjadi akibat dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mengalami kerusakan dalam waktu bersamaan.

Penegasan itu disampaikan Seno Aji setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar pertemuan dengan General Manager PLN guna mencari penyebab pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

“Nah, kemarin sudah saya sampaikan juga, pertanyaan yang sama saya sampaikan ke GM, apakah ini masalah RKB? Setelah dihitung memang tidak,” kata Seno Aji, Senin (28/6/2026).

Ia menjelaskan, pasokan batu bara untuk pembangkit tetap tersedia karena kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) masih berjalan normal. Karena itu, gangguan kelistrikan yang terjadi murni disebabkan kerusakan pada dua unit pembangkit.

“Kalau RKB tidak, karena DMO kan tetap. Yang bermasalah itu adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan, nah itu mengurangi 250 megawatt,” ujarnya.

Akibat berkurangnya kapasitas pembangkit hingga 250 megawatt, PLN terpaksa melakukan pengurangan beban melalui pemadaman listrik bergilir di kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Setiap wilayah akan mengalami pemadaman sekitar tiga jam selama proses perbaikan berlangsung.

“Nah, sebulan ini akan bergiliran, setiap kabupaten akan ada tiga jam waktu untuk mati lampu. Jadi bulan depan semuanya sudah tidak ada lagi masalahnya,” ungkapnya.

Seno Aji mengungkapkan, berdasarkan penjelasan General Manager PLN, proses perbaikan dua PLTU, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga kembali beroperasi normal.

“Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang butuh waktu sebulan untuk memperbaiki dua PLTU, itu PLTU Handil dan PLTU di Tanjung Batu,” katanya.

Meski pemadaman bergilir masih berlangsung, Seno Aji memastikan sistem kelistrikan Kalimantan Timur tetap aman. Ia meminta masyarakat bersabar karena langkah tersebut merupakan bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik selama proses revitalisasi pembangkit.

“Pasokan masih aman, masih aman. Untuk PLTU masih aman. Yang dilakukan PLN adalah revitalisasi dengan pengurangan daya sementara,” pungkasnya. (Koko/M Jay)

Share
Exit mobile version