MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Siang ini, Komisi II DPRD Kota Samarinda menjadwalkan hearing bersama Perusda Varian Niaga, terkait pelaporan evaluasi kegiatan bisnis serta program pencapaian usaha perusahaan berplat merah tersebut.

“Kita akan melihat dan evaluasi untuk Varian Niaga ini, ” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Fuad Fahruddin.

Dikatakannya, Komisi II sendiri sebelumnya telah mengantongi beberapa catatan penting terkait dengan kinerja Perusda Varian Niaga. Diantaranya adalah pelaksanaan e-parking.

Dia mengungkap, berdasarkan informasi dan data yang diterima Komisi II, pasca pengelolaan e-parking diserahkan kepada Varian Niaga, justru hasil yang didapat jauh lebih rendah, dibandingkan sebelumnya.

“Kemarin kita sampaikan juga terkait Varian Niaga, ada catatan juga. Salah satunya kita menyoroti e-parking. Kenapa ketika ditangani atau diambil alih Varian Niaga itu hasilnya makin menurun? Itu yang menjadi catatan kita. Sehingga itu yang membuat kita untuk mengundang kembali mereka untuk hearing, ” ungkapnya.

Ditanya mengenai peran Varian Niaga yang banyak menangani berbagai bisnis di Samarinda, menurut Fuad, hal itu adalah kewenangan Pemkot Samarinda untuk menjawab, karena Pemkot Samarinda yang memberikan kewenangan teresebut kepada Varian Niaga.

“Silakan ke Pemkot, karena untuk mencapai target itu, Pemkot yang menghitung, ” sebutnya.

Fuad berharap, Pemkot Samarinda benar-benar dapat memberikan kewenangan yang tepat kepada Perusahaan Daerah yang dimiliki, agar kinerja Perusda tepat sasaran dan mampu menyumbang pendapatan asli daerah Kota Samarinda.

“Kita berharap pandangan pemerintah untuk menunjuk Varian Niaga bisa maksimal. Kita hanya memberikan pengawasan secara kelembagaan. Karena dari hasil cek lapangan kami, masih ada juru parkir yang tidak menggunakan alat e-parking dengan berbagai alasan, ” tandasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!