Sosialisasi Perda Pendidikan Pancasila, H. Baba: Warga Harus Jadi Garda Utama Nilai Kebangsaan

Mediaborneo.net, Balikpapan-   Komitmen memperkuat nilai kebangsaan terus digaungkan melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) ke-3 Tahun 2026 oleh anggota DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, di wilayah Kota Balikpapan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (27/3/2026) malam, dihadiri antusias oleh warga RT 22 dan masyarakat sekitar. Agenda ini mengangkat Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai fokus utama.

Dalam sambutannya, H. Baba menekankan bahwa Perda ini bukan sekadar regulasi formal, melainkan fondasi penting dalam menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

“Kita tidak boleh hanya memahami Pancasila sebagai hafalan. Nilai-nilainya harus hidup dalam keseharian masyarakat. Dari lingkungan keluarga, RT, hingga kota,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sebagai aktor utama dalam keberhasilan implementasi Perda tersebut.

“Jangan menunggu pemerintah. Warga justru harus menjadi garda terdepan dalam mengamalkan nilai Pancasila. Kalau masyarakat kuat, bangsa ini juga akan kuat,” lanjut H. Baba.

Menurutnya, tantangan era digital saat ini membuat generasi muda rentan terhadap pengaruh negatif yang dapat mengikis nilai kebangsaan. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila harus diperkuat tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan sosial.

“Anak-anak kita sekarang hidup di dunia yang serba cepat. Kalau tidak dibentengi dengan nilai Pancasila, mereka bisa kehilangan arah. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan, H. Baba juga menegaskan bahwa sosialisasi Perda akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami di DPRD tidak ingin Perda hanya jadi dokumen. Harus dipahami, dijalankan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu tujuan utama kami turun langsung ke lapangan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan.

“Kalau kita ingin Indonesia tetap kokoh, maka Pancasila harus kita jaga bersama. Tidak cukup hanya pemerintah, semua harus terlibat,” tutupnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber akademisi yang memberikan pemahaman mendalam terkait implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari warga yang menunjukkan tingginya kepedulian terhadap isu kebangsaan.

Melalui sosialisasi perda pendidikan pancasila di Balikpapan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa Perda bukan hanya aturan, tetapi juga pedoman hidup dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa. (Setyawan/M Jay)

Share
Exit mobile version