Terungkap! Polisi Bongkar Produksi Ekstasi Rumahan di Samarinda, Dua Residivis Diciduk

Mediaborneo.net, Samarinda –   Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Samarinda kembali membuahkan hasil. Polsek Samarinda Seberang berhasil membongkar praktik produksi ekstasi rumahan yang dijalankan dua pria residivis narkotika.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam press release Polresta Samarinda, Senin (19/1/2026), di Mako Polsek Samarinda Seberang. Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Samarinda Seberang AKP Ahmad Baihaki dan dihadiri jajaran Satresnarkoba.

Kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan patroli dan mencurigai seorang pria yang tengah mendorong sepeda motor.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua butir pil ekstasi. Pelaku langsung diamankan,” ujar AKP Ahmad Baihaki.

Pelaku berinisial RN (32) kemudian mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya RR (33). Polisi bergerak cepat dan menggerebek kediaman RR di wilayah Kecamatan Sungai Pinang.

Hasil penggeledahan mengejutkan. Polisi menemukan alat cetak pil ekstasi, bubuk bahan baku, plastik klip, blender, alat pres, hingga bahan kimia, yang diduga kuat digunakan untuk memproduksi narkotika.

“Ini bukan sekadar pengedar. Sudah masuk kategori produksi narkotika dan sangat berbahaya bagi masyarakat,” tegas Kapolsek.

Diketahui, kedua tersangka merupakan residivis kasus narkoba. RN pernah terlibat kasus serupa pada 2021, sementara RR merupakan residivis tahun 2018 dan 2021, serta baru bebas bersyarat pada Juli 2025.

Atas perbuatannya RN dijerat Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2026.
Sedangkan RR dijerat Pasal 610 ayat (2) huruf a dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Kapolsek Samarinda Seberang mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan,” tutupnya. (Koko/M. Jay)

Share