Mediaborneo.net, Balikpapan – Kecelakaan kapal kembali terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) pagi.
Sebuah truk bermuatan beras terguling di atas Kapal KM Dharma Kartika IX yang baru sandar dari rute Pare-Pare menuju Balikpapan. Insiden tersebut menyebabkan empat orang penumpang terjepit di dalam kendaraan, satu di antaranya meninggal dunia.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.48 Wita. Informasi kecelakaan segera diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan, yang langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Sepuluh menit berselang, tepat pukul 08.58 Wita, tim bergerak menuju Pelabuhan Semayang dan tiba sekitar pukul 09.30 Wita.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kalimantan Timur, Endrow Sasmita, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi korban terjepit di dalam kendaraan yang tertimpa muatan berat.
“Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan pihak pelabuhan dan kru kapal. Korban terjepit di dalam kendaraan akibat truk bermuatan beras yang terguling di dek kapal. Proses evakuasi kami lakukan secara hati-hati mengingat kondisi kendaraan saling bertumpuk,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, empat orang menjadi korban. Satu orang laki-laki bernama Idham Rapi (52) asal Kabupaten Berau dinyatakan meninggal dunia. Sementara tiga korban lainnya, yakni Hj. Nurma (64) asal Luwu, Rosnaini (43) asal Wajo, serta seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Nur Asisah asal Balikpapan, berhasil diselamatkan dalam kondisi luka-luka.
“Seluruh korban langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis. Untuk korban anak saat ini masih dalam pemantauan tim medis,” kata Endrow.
Selain menelan korban jiwa, kecelakaan kapal di Pelabuhan Semayang ini juga mengakibatkan kerugian material. Satu unit truk pengangkut beras dilaporkan terbalik, satu unit pick up L300 bermuatan telur tertimpa, serta satu unit kendaraan Triton ikut mengalami kerusakan akibat tertindih truk. Hingga Selasa siang pukul 12.57 Wita, operasi SAR masih terus berlangsung. (Setyawan/M Jay)
