MEDIABORNEO.NET, BALIKPAPAN – Dalam rangka meningkatkan minat baca dan literasi yang memikat siswa siswi SMP PGRI 4 Balikpapan, pihak sekolah tersebut telah merancang program Literasi Membaca.

Bukan tanpa sebab program tersebut dibuat. Pasalnya, diakui Kepala Sekolah SMP PGRI 4 Balikpapan Malaysiawati, terjadi penurunan minat baca di kalangan siswa siswinya sejak beberapa tahun terakhir ini.
Menurut dia, alasan dan penyebab menurunnya minat baca dan literasi siswa karena pengaruh gadget, yang menyediakan berbagai macam permainan yang digandrungi anak-anak.

“Selama siswa mengenal ponsel, minat baca di perpustakaan mengalami penurunan. Padahal kita juga sudah menyediakan pojok baca di setiap kelas,” ujarnya.

Malaysiawati mengatakan, sebelumnya tingkat kunjungan siswa siswi ke perpustakaan sekolah sangat tinggi. Setiap harinya tercatat lebih dari 60 siswa datang untuk membaca dan meminjam buku. Namun jumlah tersebut menurun drastis saat ini.

“Yang datang masih ada saja untuk membaca di perpustakaan, tapi jumlahnya tidak banyak, sekitar 4 sampai 5 siswa setiap harinya,” katanya.

Dia menyebut, kunjungan siswa ke perpustakaan sekolah biasanya juga dilakukan ketika pelajaran keagamaan.

“Misalnya, pada saat pelajaran agama Islam, siswa yang beragama nasrani akan ke perpustakaan untuk membaca,” sebutnya.

Oleh sebab itu, pihak sekolah SMP PGRI 4 Balikpapan terus mematangkan program Literasi Membaca untuk diterapkan di sekolah. Dimana, program ini akan mengajak siswa untuk membaca buku bahasa Indonesia selama 1 jam di perpustakaan sekolah dan dilakukan secara bergantian. Serta membaca Al Qur’an setiap hari Jumat yang diwajibkan kepada siswa beragama Islam.

“Harapan kami, melalui program Literasi Membaca, minat baca siswa kembali meningkat. Sebab, membaca merupakan jendela ilmu. Dengan membaca, kita akan mendapatkan pengetahuan yang luas,” tutupnya. (Adv DPK Kaltim/Oen/M Jay)

Don`t copy text!