IKN Kian Hijau, Pengunjung Akui Melampaui Ekspektasi

Mediaborneo.net, Nusantara –   Wajah Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berubah. Kawasan yang beberapa tahun lalu identik dengan proses pembangunan kini mulai dipenuhi ruang hijau dan pepohonan. Perubahan itu semakin terlihat saat lebih dari 1.000 peserta mengikuti aksi penanaman 1.200 pohon di kawasan Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Otorita IKN bersama PT ITCI Hutani Manunggal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsep forest city, di mana pembangunan kota dilakukan sejalan dengan pelestarian lingkungan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan penghijauan menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan Nusantara.

Menurutnya, setiap pohon yang ditanam merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan kota yang sehat dan nyaman bagi generasi mendatang.

“Kegiatan ini bukan seremonial. Kita menjaga sekaligus melakukan konservasi lingkungan dan alam. Penanaman pohon akan terus kita lakukan sebagai bagian dari pembangunan IKN,” ujar Basuki.

Dia menjelaskan, hingga saat ini kawasan IKN telah mencatat realisasi penghijauan hampir 9.000 hektare dengan lebih dari lima juta tanaman. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fisik berjalan beriringan dengan pemulihan kawasan hijau.

“Lebih dari lima ribu hektare sudah kita tanam dan hari ini kita melanjutkan penanaman di Embung G. Ini adalah komitmen yang terus kami jalankan,” katanya.

Perubahan wajah Nusantara rupanya dirasakan langsung oleh para pengunjung. Salah satunya Diana, anggota Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), yang mengaku terkejut melihat kondisi kawasan ibu kota baru.

Menurut Diana, gambaran yang selama ini ia lihat melalui pemberitaan berbeda jauh dengan pengalaman saat mengunjungi lokasi secara langsung.

“Ini pertama kali kami datang ke sini. Apa yang kami lihat benar-benar melebihi ekspektasi. Kawasannya hijau, udaranya segar, dan suasananya sangat nyaman. Saya tidak menyangka perkembangannya sudah sejauh ini,” ungkap Diana.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara ikut menanam pohon sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan ibu kota baru yang berkelanjutan.

Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, Christian Perdana Putra Malau, menilai konsep pembangunan IKN dapat menjadi contoh bahwa kemajuan sebuah kota tidak harus mengorbankan kelestarian alam.

“Saya ingin melihat langsung bagaimana konsep forest city diterapkan. Setelah berada di sini, saya semakin yakin pembangunan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan berdampingan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari luar negeri. Host serial media internasional How Did They Fix That?, Mike Davidson, yang berasal dari Kanada, mengaku terkesan dengan keseriusan Indonesia membangun ibu kota yang mengedepankan aspek keberlanjutan.

Dia menilai semangat ribuan peserta yang ikut menanam pohon menjadi gambaran kuat bahwa pembangunan IKN melibatkan banyak pihak, bukan hanya pemerintah.

“Saya pernah mengikuti kegiatan penanaman pohon, tetapi tidak sebesar ini. Energi positif yang saya rasakan luar biasa. Nusantara sangat indah, berkelanjutan, dan menurut saya menjadi contoh yang menarik bagi dunia,” pungkasnya. (Oen/M Jay)

Share