BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran, Ini Kata Anggota Komisi III DPRD Samarinda

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Eko Elyasmoko mengatakan banyaknya aksi massa yang menolak kenaikan harga BBM adalah hal yang wajar.

Dia menilai, kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat tersebut akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Seperti aksi unjuk rasa yang dilakukan kalangan mahasiswa dalam rangka menolak kenaikan harga BBM baru-baru ini di depan Kantor DPRD Samarinda.

“Apa yang disuarakan teman-teman mahasiswa dan masyarakat Samarinda ini memang benar, bahwa itu akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan sebagainya, karena memang itu sangat berdampingan,” katanya.

“Dari yang disampaikan teman mahasiswa, mereka menolak kenaikan harga,” katanya lagi.

Kendati pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan pemberian BLT BBM sebesar Rp 600 ribu kepada masyarakat, tetapi Eko memastikan hal itu hanyalah solusi sesaat. Sehingga tidak akan berpengaruh banyak terhadap kenaikan harga-harga.

“Jadi, dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah sekarang menimbulkan gejolak, ya itu wajar,” ujarnya.

Eko mengatakan, BBM bersubsidi banyak dinikmati oleh segelintir kelompok dan akibatnya tidak semua masyarakat kalangan bawah merasakan subsidi tersebut.

“BBM subsidi ini tidak dinikmati oleh masyarakat kecil, justru banyak yang pakai dari kalangan masyarakat menengah ke atas untuk menikmati subsidi BBM. Jadi dipastikan itu tidak tepat sasaran,” katanya.

Eko memastikan, pihaknya sangat mendukung seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat. Bahkan dirinya mendukung sikap mahasiswa yang terus bersemangat menyuarakan aspirasi untuk bisa didengar oleh pemerintah.

“Semoga dengan banyak gejolak,kami berharap semangat adik-adik mahasiswa ini harus tetap disuarakan,” tandasnya. (Adv/Koko/Oen)

Share