MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Pasca mengumumkan kenaikan harga BBM, pemerintah pusat kembali membuat kebijakan pemberian subsidi BLT kepada masyarakat sebesar Rp 600 ribu.

Namun banyak kalangan menilai, pemberian BLT tersebut bukanlah solusi yang tepat. Mengingat dampak dari kenaikan harga BBM akan terimbas pada kenaikan harga bahan pokok dan sebagainya. Sementara, perekonomian masyarakat Indonesia baru saya beranjak pulih pasca dilanda pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Rusdi mengatakan, dengan BLT sebesar Rp 600 ribu dinilai belum cukup. Apalagi BLT tersebut tidak diberikan secara merata.

“Kalau kita menghitung nilainya tidak akan cukup, karena dengan BLT yang kalau tidak salah Rp 600 ribu itu diberikan untuk lebih 12 juta penduduk Indonesia, tapi tidak semua menerima,” ujarnya pada awak media, beberapa waktu lalu.

Sehingga, Rusdi meminta seharusnya pemerintah memiliki solusi yang tepat dengan kebijakan kenaikan harga BBM yang dikeluarkannya.

“Jadi memang seharusnya dari pemerintah harus ada solusi, supaya kenaikan BBM ini tidak berdampak besar terhadap masyarakat,” katanya.

Sementara itu, ditanya langkah DPRD Kota Samarinda bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyikapi kebijakan kenaikan harga BBM, Rusdi mengaku pihaknya masih menunggu respon dari Pemkot Samarinda.

Dirinya berharap, Pemkot Samarinda dan DPRD Samarinda kompak dan bersinergi untuk segera mencari jalan lain untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap perekonomian masyarakat Samarinda. Sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan roda perekonomiannya.

“Kalau di tingkat kota sepertinya belum ada,” tandasnya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!