MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Hendik Sudaryanto mengatakan, pemerintah daerah dan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim memiliki berbagai program guna peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya untuk pelaku UMKM. Salah satu diantaranya adalah pemberian kredit modal usaha nol persen alias tanpa bunga.

“Ada berbagai macam pembiayaan oleh perbankan pada UMKM kita. Ada UMKM yang dia berada di kategori belum visibel, biasanya modal bersumber dari CSR atau bantuan. Ada juga yang kategori visibel, bantuan yang diterima dari KUR UMKM serta ada juga UMKM yang compatible, mereka ini biasanya melalui permodalan komersial. Sedang di Kaltim sendiri, program pemerintah daerah dengan pemberian kredit bunga nol persen,” terangnya pada awak media, Rabu (30/11/2022).

Kebijakan pemberian modal kredit usaha nol persen tersebut telah diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

“Bunga nol kredit untuk UMKM ini ada di dua daerah, Kukar dan Samarinda. Ini karena pemerintah memiliki tanggungjawab untuk memberikan kemudahan pada UMKM dalam rangka meningkatkan perekonomian di daerah masing-masing” sebutnya.

Walaupun begitu, Hendik mengingatkan bahwa bantuan kredit nol persen tersebut bukanlah hibah. Sehingga penerima bantuan kredit modal usaha wajib mengembalikan pinjamannya.

“Prinsipnya itu bukan hibah, itu hanya bunganya yang disubsidi oleh pemerintah, jadi tetap bisnis. Harus disadarkan kepada UMKM bahwa itu tetap wajib untuk dikembalikan, cuma mereka diberikan keringanan dengan bunga nol persen,” katanya.

Sementara, untuk pinjaman usaha KUR, bunga tetap diberikan, namun dengan suku bunga yang relatif kecil.

“Kalau KUR kan tidak nol persen. KUR ini bunganya 6 persen, nantinya dilihat berapa yang pasar, sehingga itu yang disubsidi pemerintah, ” tutupnya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Don`t copy text!