Mediaborneo.net, Malang – Bank Indonesia (BI) memperkuat upaya menjaga optimisme ekonomi Kalimantan melalui kegiatan Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan yang digelar di Hotel Santika, Malang, pada 6–7 April 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan tersebut mempertemukan para pemimpin redaksi media se-Kalimantan guna memperkuat komunikasi publik di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan selaku Koordinator Wilayah Kalimantan, Aloysius Donanto H.W., mengatakan penguatan kapasitas komunikasi menjadi penting untuk menjaga ekspektasi masyarakat tetap positif di tengah ketidakpastian global.
“Kegiatan ini sangat strategis untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring komunikasi. Kita perlu memahami kondisi ekonomi nasional maupun global yang berdampak pada Kalimantan,” ujarnya saat membuka acara.
Menurut Aloysius, penguatan dolar Amerika Serikat yang masih tinggi menjadi salah satu tantangan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, respons terhadap kondisi tersebut memerlukan dukungan seluruh pihak, tidak hanya melalui kebijakan Bank Indonesia.
“Stabilisasi nilai tukar rupiah membutuhkan pemahaman bersama. Masyarakat diharapkan tidak ikut terjebak spekulasi valuta asing, melainkan tetap bijak dalam bertransaksi,” katanya.
Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan transaksi yang aman dan efisien, serta meningkatkan konsumsi produk domestik guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.
“Pengelolaan transaksi yang lebih bijak dan penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi,” imbuhnya.
Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Universitas Brawijaya, Prof. Gunawan Prayitno, serta Redaktur Pelaksana Investigasi dan Kepala Tempo Media Lab, Stefanus Pramono. Diskusi dipandu jurnalis dan news anchor TvOne, Andromeda Mercury.
Melalui forum tersebut, Bank Indonesia berharap media sebagai opinion maker dapat menyampaikan informasi ekonomi secara akurat, konstruktif, dan menenangkan publik, sehingga optimisme ekonomi Kalimantan tetap terjaga di tengah tantangan global. (Oen/M Jay)












