Mediaborneo.net, Nusantara – Upaya mewujudkan pembangunan IKN sebagai forest city semakin mendapat dorongan nyata. Sebanyak 40 pohon ditanam secara simbolis oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia., Kamis (20/11/2025).
Penanaman yang berlangsung di Plaza Bhineka Tunggal Ika tersebut menjadi bukti kuat bahwa transformasi Nusantara menuju kota hijau berkelanjutan mendapat dukungan penuh dari berbagai lembaga negara.
Aksi penghijauan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi representasi komitmen kolektif untuk menghadirkan ibu kota masa depan yang ramah lingkungan, inklusif, serta mampu mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah jenis pohon bernilai ekologis tinggi di antaranya Bodhi, Ulin, dan Mahoni ditanam sebagai simbol jejak hijau Banggar DPR RI bagi pembangunan IKN. Setiap jenis pohon dipilih karena memiliki makna filosofis yang sejalan dengan konsep forest city yang diusung Nusantara.
Usai penanaman, rombongan melanjutkan peninjauan ke Istana Negara dan kawasan pembangunan legislatif. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan komplek legislatif sedang berlangsung di lahan seluas 41,81 hektare.
“Kawasan legislatif akan dibangun di lahan 41,81 hektare yang meliputi Gedung DPR 1, Gedung DPR 2, Gedung Sidang Paripurna, Gedung MPR, dan Gedung DPD. Kami menargetkan seluruhnya selesai pada tahun 2028,” ujar Basuki.
Wakil Ketua Banggar DPR RI yang juga Ketua Delegasi, Syarief Abdullah, menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan pembangunan IKN.
“Hampir dua tahun saya tidak meninjau langsung. Kini Nusantara tumbuh menjadi kota yang sangat asri. Yang paling membanggakan, 100 persen dibangun oleh anak bangsa,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa pengembangan IKN tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan aspek lingkungan. Sinergi lintas lembaga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau berkelanjutan, sekaligus mengakselerasi pemerataan pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. (Oen/M Jay)
