Mediaborneo.net, Bulungan – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, sekitar pukul 18.01 WIB, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,1 dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan serius.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 2,54 derajat Lintang Utara dan 117,00 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di darat sekitar 41 kilometer selatan Bulungan, Kalimantan Utara, dengan kedalaman 45 kilometer. Gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar lokal aktif di wilayah tersebut.
Getaran gempa dirasakan oleh warga di Tanjung Selor dengan intensitas II hingga III MMI. Beberapa warga merasakan getaran ringan seperti ada kendaraan besar melintas di sekitar rumah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan fenomena alam yang umum terjadi di wilayah dengan aktivitas tektonik aktif seperti Kalimantan Utara.
“Berdasarkan hasil monitoring kami, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hingga pukul 18.20 WIB belum terpantau adanya gempa susulan dan tidak ada potensi tsunami,” ujar Rasmid dalam keterangannya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta tetap waspada dengan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal, khususnya jika terdapat retakan akibat getaran gempa.
BMKG menegaskan bahwa informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal resmi seperti website www.bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, layanan InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.
Dengan kondisi yang terkendali dan tidak adanya laporan kerusakan, masyarakat di wilayah Bulungan dan sekitarnya diharapkan dapat kembali beraktivitas seperti biasa, sembari tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. (Mapiase/M Jay)
