Kemacetan Mengintai, DPRD Minta Samarinda Siapkan Solusi

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.

Mediaborneo.net, Samarinda –   Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Samarinda dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sistem transportasi perkotaan perlu segera dibenahi.

DPRD Kota Samarinda mengingatkan pemerintah agar tidak terlambat mengambil langkah sebelum persoalan kemacetan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan perkembangan sebuah kota harus diikuti dengan perubahan pola transportasi.

Menurutnya, mengandalkan kendaraan pribadi sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat bukan lagi pilihan yang ideal bagi Samarinda.

“Kalau kita ingin Samarinda berkembang menjadi kota yang nyaman, maka sistem transportasinya juga harus berubah. Tidak bisa terus bergantung pada kendaraan pribadi,” ujar Deni belum lama ini.

Dia menuturkan, jumlah kendaraan di Samarinda yang kini mendekati 800 ribu unit menjadi indikator bahwa tekanan terhadap ruas jalan akan terus meningkat. Apalagi, pertumbuhan kendaraan berlangsung lebih cepat dibandingkan pembangunan infrastruktur jalan.

“Setiap tahun kendaraan terus bertambah, sementara ruang jalan tidak bertambah dengan kecepatan yang sama. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Menurut Deni, memperlebar jalan memang dapat membantu mengurai kemacetan untuk sementara waktu. Namun, solusi tersebut tidak akan bertahan lama apabila masyarakat masih belum memiliki alternatif transportasi yang layak.

“Jalan baru tetap diperlukan, tetapi itu bukan satu-satunya jawaban. Kita membutuhkan sistem transportasi publik yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tuturnya.

Dia menilai angkutan massal harus mulai dipersiapkan sejak sekarang agar mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, langkah tersebut juga diyakini dapat meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

“Kalau tersedia transportasi umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tentu masyarakat akan memiliki pilihan. Tidak semua aktivitas harus dilakukan menggunakan kendaraan pribadi,” kata Deni.

Politikus Partai Gerindra itu juga menyoroti persoalan lahan parkir yang semakin terbatas di sejumlah kawasan strategis Samarinda. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari terus bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun.

“Persoalan parkir akan semakin terasa kalau jumlah kendaraan terus meningkat. Karena itu, transportasi massal juga menjadi solusi untuk mengurangi kebutuhan ruang parkir di pusat-pusat aktivitas,” ucapnya.

Deni berharap Pemerintah Kota Samarinda mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan sektor transportasi publik dalam penyusunan program kerja tahun mendatang.

Dia menilai investasi di bidang transportasi akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan kota dalam jangka panjang.

“Transportasi publik adalah kebutuhan masyarakat sekaligus kebutuhan kota. Kalau dipersiapkan sejak sekarang, Samarinda akan lebih siap menghadapi pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di masa depan,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Share
Exit mobile version