Water Bombing Bantu Jinakkan Karhutla di IKN

Mediaborneo.net, Nusantara –   Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) memperlihatkan pentingnya kerja cepat lintas unsur. Pemadaman dari darat yang diperkuat operasi udara menjadi kombinasi untuk mengendalikan api di kawasan yang sulit dijangkau.

Kondisi tersebut terlihat dalam penanganan karhutla di kawasan Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku. Kawasan yang berada di dalam Tahura Bukit Soeharto itu sempat terdampak kebakaran sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, melakukan pengecekan langsung pada 8–9 September 2026. Selain Bukit Tengkorak, pengecekan juga dilakukan di sekitar Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) Km 31, Desa Wonotirto, Kecamatan Samboja.

Saat berada di Bukit Tengkorak pada Rabu (9/9/2026), Danis mendapati kondisi kebakaran telah terkendali. Tidak terlihat kobaran api, meski asap tipis masih muncul di beberapa titik.

“Alhamdulillah sudah tidak ada kebakaran lagi, mungkin ada asap kecil-kecil saja,” ujar Danis.

Menurut dia, padamnya api merupakan hasil kerja bersama tim yang bergerak melalui jalur darat serta dukungan pemadaman dari udara.

“Ini hasil pemadaman yang dilakukan oleh tim darat bersama-sama dan juga dari udara waktu water bombing,” katanya.

Operasi udara menjadi salah satu dukungan penting ketika medan kebakaran menyulitkan proses pemadaman langsung. Sementara itu, tim darat tetap dibutuhkan untuk melakukan penanganan di sekitar titik kebakaran dan memastikan api tidak kembali menjalar.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian karhutla. Namun, setelah api berhasil dipadamkan, persoalan berikutnya adalah memastikan tidak ada titik api susulan.

“Hari ini di Bukit Tengkorak sudah padam,” kata Danis.

Otorita IKN karena itu tidak langsung menghentikan aktivitas lapangan setelah kobaran api hilang. Monitoring dan patroli tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.

“Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.

Menurut Danis, pengawasan secara rutin diperlukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman. Deteksi terhadap asap maupun indikasi titik api harus dilakukan sedini mungkin agar penanganan tidak terlambat.

“Harus kita lakukan upaya monitoring, patroli untuk memastikan bahwa jangan sampai kebakaran ini terjadi lagi,” tegasnya.

Penanganan karhutla di kawasan IKN pun memperlihatkan bahwa pemadaman membutuhkan lebih dari satu pendekatan. Ketika tim darat dan dukungan udara dapat bergerak secara terkoordinasi, peluang untuk mengendalikan api menjadi lebih cepat.

Namun, pekerjaan belum berhenti ketika asap mulai menghilang. Menjaga kawasan agar tetap bebas dari kebakaran menjadi tantangan berikutnya bagi seluruh unsur yang terlibat.

Otorita IKN mengapresiasi kerja bersama dalam penanganan karhutla dan memastikan pemantauan kawasan terus berjalan.

“Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi,” pungkas Danis. (Oen/M Jay)

Share
Exit mobile version