KKI 2026 Dongkrak UMKM Kaltim, Penjualan Tembus Rp1,14 Miliar

Mediaborneo.net, Samarinda –   Kiprah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kalimantan Timur semakin menunjukkan daya saing di pasar yang lebih luas.

Momentum Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 menjadi salah satu buktinya, setelah UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mencatat transaksi penjualan Rp1,14 miliar selama pameran luring.

“KKI menjadi bagian dari ekosistem pengembangan UMKM untuk meningkatkan kapasitas, inovasi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan, Senin (24/8/2026).

Capaian tersebut menjadi semakin menarik karena jumlah UMKM unggulan Kaltim yang tampil secara luring tahun ini meningkat signifikan. Sebanyak 15 UMKM terpilih ambil bagian, naik dari enam UMKM pada penyelenggaraan sebelumnya. Komposisinya mencakup empat UMKM wastra, satu ready to wear, empat kriya, satu home decor, serta lima usaha makanan dan minuman olahan.

“Peningkatan jumlah UMKM yang tampil menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk mendapatkan eksposur dan membangun jejaring bisnis,” ujar Jajang.

Salah satu pelaku usaha yang paling menonjol adalah Manika Kaltim. UMKM yang mengembangkan kerajinan tas rotan dan manik-manik khas Kalimantan Timur tersebut membukukan penjualan tertinggi, yakni Rp615,29 juta. Capaian ini memperlihatkan bahwa produk yang mengangkat kekayaan lokal tetap memiliki peluang besar ketika dikemas secara kreatif dan dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.

“Produk lokal Kaltim memiliki potensi untuk terus dikembangkan, termasuk melalui penguatan kualitas, inovasi, dan akses pasar,” tutur Jajang.

Selain transaksi langsung, peluang menembus pasar internasional juga terbuka melalui business matching. Empat UMKM binaan Bank Indonesia Kaltim memperoleh kesempatan memperluas jaringan dengan pembeli dari luar negeri. Menggeris, yang memproduksi jam tangan dan kacamata berbahan kayu, mendapatkan kesepakatan ekspor ke Jepang dan Italia.

“Business matching memberikan ruang bagi UMKM untuk membangun hubungan bisnis yang lebih konkret dengan calon buyer dari pasar global,” terang Jajang.

Peluang serupa diperoleh Abon Jaya Mandiri, Tumman Jaya Mulya, dan Jo-E Craft. Ketiganya menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan buyer dari Singapura, Afrika Selatan, dan Australia.

Menurut Jajang, capaian tersebut bukan sekadar membuka peluang transaksi, tetapi juga menjadi tahap penting untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional.

“Perluasan pasar global harus dibarengi dengan kesiapan usaha, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas produksi,” tegas Jajang.

Partisipasi UMKM Kaltim di KKI 2026 juga tidak berhenti pada pameran fisik. Sebanyak 22 UMKM lainnya mengikuti pameran secara daring. Skema tersebut memperluas jangkauan promosi produk daerah sekaligus memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk menjangkau calon konsumen dan pembeli yang lebih luas.

“Digitalisasi menjadi bagian penting dalam memperluas eksposur produk dan mempertemukan UMKM dengan pasar yang sebelumnya sulit dijangkau,” kata Jajang.

Secara nasional, KKI 2026 mencatat perkembangan yang cukup kuat. Penjualan sementara hingga 22 Agustus 2026 mencapai Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Business matching ekspor juga menghasilkan nilai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan buyer dari 16 negara. Sementara itu, business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, atau tumbuh 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

“Capaian tersebut menunjukkan akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis semakin luas,” ungkap Jajang.

KKI 2026 sendiri melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir 560 UMKM mengikuti kegiatan secara luring dengan dukungan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Bank Indonesia Luar Negeri. Sinergi tersebut turut melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dari hulu hingga hilir,” ujar Jajang.

Daya saing UMKM Kaltim juga terlihat dari sektor kopi. Dalam Cangkir Barista Championship 2026, perwakilan Kaltim berhasil menembus babak 24 besar nasional. Nanda Danuarta bahkan mampu meraih posisi kelima, sebuah capaian yang menunjukkan semakin berkembangnya talenta barista sekaligus ekosistem industri kopi di daerah.

“Prestasi tersebut menjadi modal untuk memperkuat kualitas, jejaring, dan daya saing pelaku kopi Kalimantan Timur,” kata Jajang.

Besarnya perhatian terhadap produk Kaltim turut terlihat dari kunjungan berbagai pemangku kepentingan, tokoh nasional, dan figur publik ke area pameran UMKM Bank Indonesia Kaltim. Kehadiran mereka ikut memperkenalkan produk kreatif, kerajinan, kuliner, serta kekayaan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.

“Eksposur seperti ini penting karena produk UMKM tidak hanya membutuhkan transaksi, tetapi juga pengenalan dan kepercayaan pasar,” ungkap Jajang.

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur selanjutnya akan memperkuat pembinaan UMKM secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, inovasi, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar dan jejaring bisnis.

Langkah tersebut diarahkan agar UMKM Kaltim tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

“Kami akan terus memperkuat UMKM secara end-to-end agar semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional,” imbuh Jajang.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Beudaya Meusare Sare – Berdaya Bersama-sama”, yang menempatkan kolaborasi sebagai kekuatan utama dalam membangun ekosistem UMKM Kaltim.

Dengan semakin terbukanya akses pasar domestik dan global, capaian KKI 2026 menjadi sinyal bahwa produk lokal Kalimantan Timur memiliki ruang yang semakin besar untuk naik kelas.

“Sinergi berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat UMKM Kalimantan Timur untuk tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” tutup Jajang. (Oen/M Jay)

Share