Komisi III DPRD Kaltim Pastikan Pembangunan RS Korpri Molor, Ini Sebabnya

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kaltim melakukan sidak, peninjauan lapangan ke 4 titik lokasi pembangunan proyek gedung perkantoran dan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Selasa (21/12/2021).

Peninjauan lapangan Komisi III DPRD Kaltim dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Hasanuddin Mas’ud, diikuti oleh seluruh anggota Komisi III.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah pembangunan gedung BPKAD Provinsi Kaltim yang terletak di Jalan Kesuma Bangsa. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju ke lokasi pembangunan gedung RSUD Mata Provinsi Kaltim, yang terletak di Jalan M Yamin, Gunung Kelua. Dilanjutkan ke lokasi pembangunan gedung RSUD Korpri Provinsi Kaltim, di Jalan Wahid Hasyim 1 dan diakhiri dengan peninjauan ke pembangunan gedung Inspektor Provinsi Kaltim, Jalan Kadrie Oening.

Pembangunan tahap I RSUD Mata Provinsi Kaltim sendiri saat ini telah menunjukkan progres penyelesaian sekitar 97 persen, meliputi pengerjaan struktur lantai 1 sampai dengan lantai 6, termasuk struktur rumah lift dan pengerjaan ramp jalan.

Pengerjaan struktur sendiri terdiri dari pekerjaan tanah, pengerjaan pondasi dan pengerjaan pilecap, pengerjaan struktur atas, turap beton dan jalan ramp, pengerjaan plumbing. Untuk pengerjaan pembuatan ramp jalan dan tangga pada lantai 5 ke lantai 6 tinggal pengecoran saja.

Sementara itu, dari pembangunan RSUD Korpri Kaltim, progres fisik dan SPV pembangunan baru terealisasi 61,41 persen, padahal sesuai kontrak, pengerjaan pembangunan RSUD Korpri Kaltim tersebut harus rampung akhir tahun 2021 ini.

Masalah curah hujan yang cukup tinggi serta kelangkaan material bangunan, dituding menjadi penyebab tidak tercapainya target penyelesaian pembangunan rumah sakit tersebut.

“Kalau menurut saya, ini keterlambatan dengan segala macam problem karena curah hujan yang sangat tinggi, bahan material yang sudah dan seterusnya, ini adalah hal-hal yang selalu berulang. Saya pikir, kita hanya bisa meninjau dan melihat bahwa hal-hal yang berulang-ulang tidak diantisipasi. Mungkin ini juga karena keterlambatan pembahasan anggaran, jadi dampaknya seperti sekarang. Dan ini sudah terlambat, sudah akhir tahun tapi pembangunannya belum sampai 50 persen,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, disela-sela kegiatan peninjauan di RSUD Korpri Kaltim.

Ditanya mengenai target pasti rampungnya pembangunan RSUD Korpri Kaltim, Politisi dari partai Golkar ini memastikan bahwa pembangunan masih akan berjalan lebih dari 3 bulan ke depan.

“Kalau estimasi tambahan 2 sampai 3 bulan, tapi saya rasa lebih. Nanti kita lihat, curah hujan menentukan, material menentukan, banyak alasan lah,” katanya.

Hasanuddin Mas’ud menyayangkan, saat perencanaan pembangunan RSUD Korpri Kaltim, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak melibatkan Komisi III DPRD Kaltim. Ke depan, dirinya berharap, sebagai mitra kerja, Pemprov Kaltim juga akan melibatkan Komisi III dalam rencana-rencana pembangunan di Kaltim.

“Ini yang pertama kali terjadi di Komisi III bahwa ada satu gedung yang dibangun tanpa ada dengan kemitraan. Ini termasuk RS Korpri ini kami di Komisi III tidak pernah membahas, akhirnya seperti ini. Kita lihat sama-sama pasti akan terjadi keterlambatan dan asistensi dari Komisi III baru ini yang bisa kita lakukan. Harapan saya ke depan, setiap ada pembangunan kemitraan, termasuk pembangunan RS Korpri ini, kita bahas kemitraan supaya kita bisa bahas dari awal. Ini sudah setengah jalan kita. Yang dianggarkan sekitar Rp 46 miliar, kalau dari angka ya rasional karena ada asistensi dan appraisal dan seterusnya, tapi sistemnya yang kita tidak ikut dari awal,” tutupnya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Share