MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Walaupun kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan pasien yang dirawat akibat COVID-19 di Samarinda terus bertambah, namun tingkat bed occupansi rate (BOR) di rumah sakit maupun tempat isolasi terpadu (Isoter), masih diangka 20 persen.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar.

“Sampai saat ini tingkat BOR masih di angka 20 persen. Artinya, belum sampai tahap mengkhawatirkan, sampai batas yang ditetapkan WHO 60 persen. Artinya ini masih bisa tertangani,” katanya, Senin 21 Februari 2022.

Menurut dia, kondisi keterisian khusus ruang ICU di rumah sakit yang ada di Samarinda, masih berada di ambang 20 persen. Walaupun secara dari laporan infografis COVID-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda, angka kasus pasien COVID-19 yang dirawat mengalami penambahan.

Masih kata dia, saat ini masyarakat sudah lebih memahami, kondisi yang bagaimana untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Banyak masyarakat sudah memahami, bahwa jika tidak ada keluhan yang mengkhawatirkan, maka mereka tidak harus datang ke rumah sakit. Tapi ketika kondisinya urgensi, baru mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Walaupun begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sejak jauh hari, telah menyiapkan tempat Isoter. Ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadinya lonjakan pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan medis, ataupun bagi mereka yang melakukan karantina.

“Saat ini Isoter perlu juga disiapkan, termasuk pusat karantina dan itu sudah disiapkan Pemkot. Alhamdulillah sampai saat ini hanya terisi sekitar kalau rumah sakit di bawah 30 persen. Sedangkan Isoter hanya digunakan bagi mereka yang isoman saja,” imbuhnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!