Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tertinggi Keempat Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tertinggi Keempat Nasional
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Nilai tukar rupiah pada Juni 2024 memang mengalami sedikit pelemahan dibandingkan akhir Desember 2023.

Pelemahan ini mencapai 5,29 persen. Namun, dibandingkan dengan mata uang negara lain seperti won Korea dan peso Meksiko, pelemahan rupiah tergolong lebih moderat.

Meskipun nilai tukar rupiah melemah, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Hal ini dibuktikan dengan neraca pembayaran yang terjaga dengan baik. Surplus neraca perdagangan hingga Juni 2024 mencapai USD 2,39 miliar, menunjukkan kinerja ekspor yang tangguh.

Aliran modal asing dalam bentuk portofolio pada semester II 2024 (hingga 14 Juni 2024) mencatat net inflows sebesar USD 4 miliar. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang positif.

Ketahanan eksternal Indonesia yang kuat ini juga ditopang oleh posisi cadangan devisa yang memadai. Hingga akhir Mei 2024, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 139,0 miliar. Angka ini setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor.

Meskipun ekonomi global mengalami tekanan, pertumbuhan ekonomi nasional dan regional Indonesia masih solid. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2024 menunjukkan kinerja yang positif, relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. Lapangan usaha industri menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional pada periode ini.

Secara regional, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, Kalimantan tampil sebagai bintang. Pertumbuhan ekonomi Kaltim di triwulan I 2024 mencapai 6,17 persen (yoy), tertinggi kedua dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Angka ini menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi keempat di antara seluruh provinsi di tingkat nasional.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang gemilang didorong oleh beberapa faktor, di antaranya peningkatan produksi batu bara, kelapa sawit, dan nikel. Selain itu, pembangunan infrastruktur IKN di Penajam Paser Utara juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate (BI 7DRR) di level 6,25 persen. Kebijakan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro stabilitas untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.

“BI akan terus memantau perkembangan ekonomi nasional dan global serta akan mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya. (Koko/M Jay)

Share