Bocah Hilang Diseret Arus di Pantai Kemala

Mediaborneo.net, Balikpapan-   Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus saat berenang di Pantai Kemala Beach, Balikpapan, Sabtu (11/7/2026).

Hingga kini, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Abizar (12). Sebelum insiden terjadi, korban berenang bersama tiga temannya di kawasan Pantai Kemala. Namun, kondisi air laut yang sedang pasang dengan arus cukup deras membuat korban terseret ke tengah dan belum berhasil ditemukan.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 09.40 Wita dan langsung mengerahkan tim menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian,” kata Tim Pos SAR Balikpapan, Nur Ngalim.

Menurut Nur Ngalim, tiga teman korban berhasil menyelamatkan diri dan naik ke bibir pantai. Sementara Abizar diduga tidak mampu melawan kuatnya arus laut.

“Korban berenang bersama tiga rekannya. Ketiganya berhasil selamat, sedangkan satu korban diduga terseret arus hingga tenggelam,” ujarnya.

Tak lama setelah laporan diterima, tim rescue diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa berbagai perlengkapan pencarian, mulai dari rubber boat, peralatan SAR air, perlengkapan selam, alat komunikasi hingga peralatan medis.

“Kami langsung menggerakkan personel agar waktu tanggap semakin cepat. Seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk pencarian di perairan juga kami turunkan,” kata Nur Ngalim.

Operasi pencarian dilakukan secara terpadu bersama Lanal Balikpapan, Satpolairud Polda Kalimantan Timur, Polres Balikpapan, BPBD Balikpapan, relawan kebencanaan, serta keluarga korban. Penyisiran difokuskan di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

“Kami membagi tugas dengan seluruh unsur SAR gabungan untuk memperluas area pencarian. Kondisi arus menjadi salah satu faktor yang kami perhitungkan selama operasi berlangsung,” tutur Nur Ngalim.

Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur operasi SAR dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

“Kami berharap korban segera ditemukan. Selama operasi berlangsung, kami akan terus memberikan informasi perkembangan kepada masyarakat dan keluarga korban,” pungkas Nur Ngalim. (Setyawan/M Jay)

Share