MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah gencar melakukan berbagai upaya untuk penyelamatan naskah kuno atau manuskrip, khususnya yang sampai saat ini masih dimiliki oleh lembaga, komunitas maupun perseorangan.

Penyelamatan naskah kuno menjadi upaya menyelamatkan dokumenter sejarah peradaban bangsa atau daerah.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kaltim-Kaltara, Lestari mengatakan, perlu dan penting menyamakan persepsi mengenai naskah kuno.

Tak hanya itu, kata dia, berbagai upaya-upaya pelestarian yang telah dilakukan diawali dengan penyusunan metadata hingga digitalisasi naskah.

Kendati demikian, dia mengakui masih banyak terdapat kendala yang dihadapi untuk penyelamatan naskah kuno tersebut.

“Kendalanya seperti minimnya informasi sebaran terhadap keberadaan naskah kuno yang juga belum diketahui pasti,” ujarnya saat menjadi narasumber di kegiatan Rapat Kerja (Raker) Penyelamatan Naskah Kuno yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltim baru-baru ini.

Untuk itu, kata dia, melalui kegiatan Raker dapat mendorong seluruh instansi terkait yang ada di kabupaten/kota untuk turut aktif melakukan inventarisasi langsung pada masyarakat.

“Upaya ini sangat penting melakukan inventarisasi langsung ke masyarakat untuk mengetahui keberadaan naskah kuno, terutama naskah-naskah yang menggunakan media selain kertas. Seperti di Kabupaten Kutai Barat ini ada naskah kuno yang medianya itu menggunakan kayu dinding rumah, kemudian tempat penyimpanan beras dan di kain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Robiana mengatakan, pihaknya sendiri telah melakukan alih media termasuk penyusunan metadata sebanyak 43 naskah.

“Kami juga akan menyerahkan naskah tersebut kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim untuk melengkapi naskah yang sudah ada,” katanya. (Adv DPK Kaltim/M Jay)

Share
Don`t copy text!