MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Dana bagi hasil (DBH) Kaltim tahun anggaran 2022 diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar Rp 1,1 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji usai mengikuti rapat Banggar DPRD Kaltim, Selasa lalu.

Adanya penurunan DBH tersebut, kata Seno Aji, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang telah telah diterbitkan. Namun untuk memastikan kembali hal tersebut, DPRD Kaltim meminta kepada BPKAD Kaltim untuk berkomunikasi dengan Menteri Keuangan.

“Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan bahwa informasinya sudah terbit. Ada penurunan pendapatan dari DBH Rp 2,6 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Untuk itu, kita minta BPKAD memastikan lagi ke Kementrian Keuangan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Seno Aji, DPRD Kaltim juga meminta kepada Bapenda Kaltim untuk memastikan proyeksi tahun 2021.

“Bapenda informasinya, ada kenaikan, tapi di sisi lain, DBH akan ada penurunan. Kita minta detailnya, supaya kita sepakati bersama berapa sebenarnya pendapatan yang akan kita pakai di tahun 2022. Sehingga kita meminta Bapenda untuk memastikan proyeksi di akhir 2020,” ujarnya.

Politisi partai Gerindra ini berharap, kepastian terkait DBH tahun 2022 sudah diterima dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan Kamis (hari ini, red) sudah dapat gambaran,” tutupnya.

Penulis : Koko
Editor : Jay

Don`t copy text!