Tekanan Publik Menguat, DPRD Kaltim Resmi Lanjutkan Proses Hak Angket

UpdateIKN.com, Samarinda –   Aksi lanjutan bertajuk “214” kembali digelar ribuan massa di depan Gedung DPRD Kaltim, Senin siang hingga malam (4/5/2026).

Demonstrasi ini menjadi momentum krusial yang mendorong dewan mengambil sikap tegas terkait hak angket Gubernur Kalimantan Timur.

Sejak sore, kawasan DPRD Kaltim dipadati peserta aksi dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa hingga organisasi masyarakat. Orasi yang disampaikan silih berganti menegaskan tuntutan utama, transparansi pemerintahan dan percepatan pengesahan hak angket.

Aparat keamanan tampak bersiaga penuh mengawal jalannya aksi. Meski jumlah massa mencapai ribuan orang, situasi tetap terkendali hingga malam hari.

Menjelang petang, massa berhasil memasuki halaman gedung dewan. Mereka terus bertahan dan menyampaikan aspirasi hingga waktu magrib. Dalam suasana penuh kebersamaan, massa juga melaksanakan salat magrib berjamaah di lokasi aksi.

Tak hanya itu, massa mendesak agar rapat pimpinan DPRD yang tengah berlangsung dapat disiarkan secara langsung. Tuntutan ini mencerminkan dorongan kuat publik terhadap keterbukaan proses politik di daerah.

Di dalam gedung, rapat pimpinan DPRD berlangsung panas. Sejumlah anggota dewan dari berbagai fraksi menyampaikan interupsi terkait hak angket.

Situasi memanas ketika anggota Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, menyinggung percakapan internal di grup komunikasi DPRD. Hal ini memicu reaksi keras dari anggota lain, termasuk Akmed Reza Fahlevi, yang menolak pernyataan tersebut secara terbuka. Perdebatan berlangsung sengit sebelum akhirnya pimpinan rapat mengambil keputusan.

Hasil rapat menunjukkan mayoritas fraksi di DPRD Kaltim menyetujui pelaksanaan hak angket. Enam fraksi menyatakan dukungan, sementara satu fraksi memilih tidak setuju.

Juru Bicara DPRD Kaltim, Subandi, menyampaikan bahwa keputusan ini akan segera ditindaklanjuti dalam agenda resmi dewan.

“Keputusan sudah diambil, enam fraksi sepakat hak angket dilanjutkan. Selanjutnya akan masuk dalam pembahasan dan penjadwalan ulang di Badan Musyawarah,” ujarnya.

Keputusan tersebut langsung disambut antusias oleh massa aksi yang masih bertahan di luar gedung. Mereka menilai perjuangan yang dilakukan sejak April lalu akhirnya membuahkan hasil.

Sekitar pukul 22.15 WITA, massa membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. (Han/M Jay)

Share