MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Di musim pancaroba seperti saat ini, masyarakat Kaltim diimbau untuk mewaspadai peningkatan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Apalagi Kaltim masuk dalam kategori 10 provinsi tertinggi kasus DBD.

Hal ini berdasarkan dari data temuan Insidence DBD, yakni jumlah kasus DBD per 100.000.

Berdasarkan data perbandingan penyakit DBD yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, terjadi peningkatan kasus DBD yang relatif signifikan dari periode Januari – Agustus 2022 dan per 1 Oktober 2022 di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Bahkan 9 kabupaten/kota berada di zona merah DBD, hanya Kabupaten Paser yang masih berstatus zona hijau. Sedangkan 3 kabupaten/kota yang mengalami lonjakan kasus DBD adalah Bontang, Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Perbandingan kasus DBD periode per 1 Oktober 2022 total sebanyak 3.630 kasus dan 27 kasus kematian, rinciannya :
1. Berau sebanyak 268 kasus dan 1 kasus kematian
2. Kutai Barat sebanyak 188 kasus dan 5 kasus kematian
3. Kutai Kartanegara sebanyak 500 kasus dan 5 kasus kematian
4. Kutai Timur sebanyak 174 kasus dan 1 kasus kematian
5. Mahakam Ulu sebanyak 80 kasus dan 1 kasus kematian
6. Paser sebanyak 26 kasus
7. Penajam Paser Utara sebanyak 18 kasus
8. Balikpapan sebanyak 634 kasus dan 2 kasus kematian
9. Bintang sebanyak 443 kasus dan 3 kasus kematian
10. Samarinda sebanyak 1.299 kasus dan 9 kasus kematian

Kasus DBD periode Januari – Agustus 2022 total sebanyak 3.034 kasus dan 24 kasus meninggal, rinciannya :
1. Berau sebanyak 268 kasus dan 1 kasus kematian
2. Kutai Barat sebanyak 163 kasus dan 5 kasus kematian
3. Kutai Kartanegara sebanyak 367 kasus dan 3 kasus meninggal
4. Kutai Timur sebanyak 146 kasus dengan 1 kasus meninggal
5. Mahakam Ulu sebanyak 57 kasus dan 1 kasus meninggal
6. Paser sebanyak 14 kasus
7. Penajam Paser Utara sebanyak 18 kasus
8. Balikpapan sebanyak 610 kasus dan 2 kasus meninggal
9. Bontang sebanyak 260 kasus dan 3 kasus meninggal
10. Samarinda sebanyak 1.131 kasus dan 8 kasus meninggal

Berdasarkan data tersebut, peningkatan kasus DBD terjadi di 8 kabupaten/kota, yakni Kutai Barat bertambah 25 kasus, Kutai Kartanegara sebanyak 133 kasus dan 2 kasus meninggal, Kutai Timur sebanyak 28 kasus, Mahakam Ulu sebanyak 25 kasus, Paser sebanyak 12 kasus, Balikpapan sebanyak 24 kasus, Bontang sebanyak 173 kasus dan Samarinda sebanyak 168 kasus dan bertambah 1 kasus meninggal.

“Selalu waspada bila ada tanda dan gejala yang mengarah ke DBD, segera konsultasi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat atau dokter, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin.

Dia mengatakan terdapat siklus pelana kuda penderita DBD, yaitu :
1. Fase demam tinggi hingga 40°celcius. Hari 1-3 fase demam tinggi, demam mendadak tinggi disertai berbagai gejala yang muncul.
2. Fase kritis terjadi di hari ke 4-5, dimana demam turun drastis seolah terjadi kesembuhan. Saat ini terjadi kemungkinan Dengue Shock Syndrome
3. Fase penyembuhan di hari 6-7, dimana demam kembali tinggi sebagai reaksi dari kesembuhan.

“Cara terbaik mengatasi DBD adalah mencegah tergigit dari nyamuk penyebab demam berdarah. Jaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pembersihan sarang nyamuk dan 3M Plus seminggu sekali, ” pesannya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!