MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Keberadaan stand pedagang makanan di samping pintu masuk Jembatan Mahkota 2 segmen Sungai Kapih sejak beberapa pekan terakhir tak lagi nampak.

Deretan stand dan kursi-kursi telah dibersihkan, berganti dengan aktifitas pekerja yang membuat pondasi seluruh area yang dulunya ditempati oleh stand-stand pedagang. Padahal dulu, setiap pagi atau menjelang sore hingga malam hari banyak warga menikmati sajian makanan ringan yang ditawarkan oleh para pedagang.

Anggota DPRD Kota Samarinda Markaca mengatakan, rencananya lokasi tersebut akan dibuat taman. Mengingat, lokasi tersebut adalah pintu masuk menuju tol, yang mana juga menjadi akses masuk IKN Nusantara.

Selain itu dia mengatakan, saat ini tengah ada proyek pembuatan rehab trotoar jalan.

“Ini hal yang lumrah apalagi itu termasuk pintu masuk IKN. Selain itu di sisi kiri dan kanan ada rehab trotoar dan akan dijadikan taman, ” ujarnya.

Dikatakan politisi dari partai Gerindra ini, keberadaan pedagang di lokasi tersebut sebenarnya mendapat suport dari Pemkot Samarinda. Namun hanya tinggal di tata penempatannya agar tidak mengganggu.

Untuk itu, pihaknya bersama dengan Lurah Sungai Kapih dan LPM Sungai Kapih telah mengupayakan mencarikan lokasi lain sebagai penggantian tempat berdagang.

“Sementara masih diperjuangkan oleh Lurah dan LPM Sungai Kapih dengan menghadap ke BPKAD. Kita jadwalkan juga untuk menghadap pak Walikota untuk meminta izin penggunaan lokasi lain di lahan Pemkot yang berada di sekitar Alfa Midi, ” katanya.

Dikatakannya, jika relokasi mendapatkan izin, maka kata Markaca, pedagang dapat memanfaatkan lokasi baru untuk menjalankan usahanya kembali. Tetapi kata dia, untuk penggunaan lahan masih belum diketahui apakah akan diberikan secara gratis ataukah ada sewa. Namun kalaupun sewa, dia memastikan harga yang diberikan masih terjangkau bagi para pedagang.

“Kalau boleh pedagang di tempatkan di situ memakai lahan Pemkot. Atau kalau disewa paling tidak ya harganya juga tidak mahal, kan ini usaha kecil. Jadi membantu masyarakat juga agar roda perekonomian tetap berjalan, ” pungkasnya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!