MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Subandi mendorong pengelolaan sektor perparkiran menggunakan pihak ketiga, baik itu Perumdam Varian Niaga maupun pihak swasta lainnya.

“Saya mendorong menang di swastakan, karena pendapatannya sungguh luar biasa,” sebutnya.

Dikatakannya, sektor parkir memiliki potensi yang besar sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga Subandi meminta agar Pemkot Samarinda dapat menjalin kerjasama dengan baik dengan pihak swasta untuk pengelolaan parkir ini.

Menurut Subandi, selama ini banyak dari kantong-kantong parkir yang belum terkelola dengan baik. Akibatnya, setoran yang masuk ke kas daerah kerap bocor.

“Dari parkir ini potensinya sangat tinggi. Bahkan pernah ada tim yang memonitor selama 2 hari berturut-turut dari penerimaan parkir itu bisa mencapai 300 persen, itu kan luar biasa. Tapi entah kenapa ketika tidak ditunggu justru hasilnya turun drastis, ” katanya.

Masih kata dia, dari pengelolaan parkir yang dilakukan oleh Perumdam Varian Niaga, sudah mulai bergerak pendapatan yang diterima. Hanya saja diakui, dalam pelaksanaan di lapangan, Varian Niaga mengalami beberapa kendala.

“Sampai di titik yang dia (Varian Niaga, red) kelola sudah punya pengawas 2 orang sebagai pengendali jukir. Hanya saja pengawas ini ada dari pihak lain yang melakukan intervensi, sehingga dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, ” bebernya.

Selain itu, yang menjadi keluhan Varian Niaga adalah hasil pendapatan dari parkir ini harus dibagi 3.

“Di sini juga ada kelemahan, karena dibagi 3. Yaitu 30 persen jukir, sisanya 70 persen itu dibagi 2, Perumdam dan Dishub, ” sebutnya.

” Ini yang harus disikapi oleh Pemkot. Sebenarnya potensinya sangat luar biasa. Jadi saya mendorong agar sepenuhnya parkir dikelola oleh pihak ketiga, sehingga Pemkot tidak mengurus ini lagi. Tapi ini masih tahap uji coba dan masih dilakukan di 3 titik lokasi kantong parkir, ” pungkasnya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!