Mediaborneo.net, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) membuka babak baru pembangunan infrastruktur dengan menggandeng sektor swasta untuk mempercepat pemasangan penerangan jalan umum (PJU) LED hemat energi hingga ke wilayah pedesaan.
Langkah ini menjadi strategi penting di tengah keterbatasan anggaran daerah, sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Kukar dalam menjalankan program unggulan Terang Kampungku yang bertujuan menghadirkan jalan desa yang lebih terang, aman, dan nyaman.
Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Aulia Rahman Basri menerima audiensi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia bersama PT Solarens Ledindo di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (13/5/2026).
Dalam pertemuan itu, PT Solarens Ledindo menawarkan teknologi lampu LED premium buatan Indonesia yang telah digunakan di berbagai daerah dan terbukti mampu memangkas biaya listrik penerangan jalan secara signifikan.
Direktur Utama PT Solarens Ledindo, Irvin E. Busser, menjelaskan bahwa perusahaannya telah memproduksi lampu PJU, PJU tenaga surya, lampu industri, dan sistem pencahayaan outdoor hemat energi sejak 1993.
“Sejumlah daerah yang menggunakan produk kami berhasil menekan biaya listrik PJU dan meningkatkan efisiensi energi secara nyata,” ujar Irvin E. Busser.
Sementara itu, Bupati Aulia Rahman Basri menilai tawaran tersebut sebagai peluang strategis untuk mempercepat pembangunan tanpa membebani APBD secara berlebihan.
“Dengan kebutuhan pembangunan yang besar dan kondisi anggaran yang terbatas, kolaborasi dengan swasta menjadi solusi yang sangat penting,” kata Aulia Rahman Basri.
Menurutnya, Kukar membutuhkan inovasi pendanaan agar program infrastruktur tetap berjalan di tengah penurunan anggaran dan tingginya kebutuhan pembangunan di seluruh kecamatan.
Selain efisiensi biaya, kerja sama ini juga diharapkan mampu mempercepat peremajaan lampu-lampu lama menjadi LED hemat energi yang lebih awet dan ramah lingkungan.
Program ini sejalan dengan visi Pemkab Kukar untuk memastikan masyarakat di desa-desa menikmati penerangan jalan yang layak, meningkatkan keamanan lingkungan, dan mendukung aktivitas ekonomi pada malam hari.
Dengan membuka ruang investasi swasta, Pemkab Kukar menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan hambatan untuk terus menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah. (Ann/M Jay)












