BI Kaltim Perluas Gerakan Pangan Murah di KALA Fest 2026

Mediaborneo.net, Samarinda –   Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim pada 8–10 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian strategis Kaltim Halal Festival 2026 atau KALA Fest 2026.

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Gerakan Pangan Murah sekaligus menjadi dukungan nyata BI Kaltim terhadap Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) guna menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menilai pengendalian inflasi pangan menjadi salah satu faktor kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Gerakan Pangan Murah yang menjadi rangkaian KALA Fest 2026 ini merupakan wujud sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan mitra strategis untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Bayuadi Hardiyanto.

Ia menambahkan, kestabilan harga bahan pokok akan memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

KALA Fest 2026 sendiri mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur.” Tema ini mencerminkan langkah Bank Indonesia Kaltim dalam memperkuat ekonomi syariah, mendorong digitalisasi, dan menjaga stabilitas ekonomi regional.

Pusat kegiatan berlangsung di Islamic Center Samarinda pada 8–10 Mei 2026. Secara paralel, Gerakan Pangan Murah juga dilaksanakan di Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, Bontang, Kutai Kartanegara, Berau, hingga Mahakam Ulu.

Bank Indonesia Kaltim mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dan menerapkan pola konsumsi bijak dengan berbelanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif dan berkelanjutan. (Oen/M Jay)

Share